Krodit, Polisi Kembali Bongkar Prostitusi Puncak 4 Orang Diciduk

SumateraPost, Bogor – Polisi bongkar praktik prostitusi di kawasan Puncak Bogor yang sudah krodit. Polisi amankan 4 wanita penjaja seks yang tengah melayani pria hidung belang. Termasuk membekuk dua mami sebagai muncikari dan pegawai vila, NO (35) dan LS (33).

“Dua perempuan jadi tersangka, satu muncikari, satu karyawan vila” kata Kapolres Bogor AKBP Harun saat diminta pendapatnya Senin (25/1/2021).

Baca Juga :  Dilantik Kapolri Jadi Kabaintelkam, Putra Papua Irjen Paulus Waterpauw Resmi Naik Bintang Tiga

Kapolres menjelaskan, pihaknya mengamankan uang Rp 2 juta, 2 unit HP, dan 4 alat kontrasepsi. Penggerebekan dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat ada praktik prostitusi di sebuah Villa di tengah Pandemi Covid- 19.

“Polisi lalu bergerak melakukan penyelidikan ke sasaran yang dituju. Diketahui ada terjadi prostitusi, lalu petugas mengamankan empat wanita korban di empat kamar berbeda di vila tersebut,” ungkap Kapolres.

Dugaan sementara, keempat pelaku tengah bermesraan. Berawal LS menawarkan perempuan untuk teman tidur pada penyewa vila. LS menghubungi NO untuk menyiapkan empat perempuan.

Baca Juga :  Tegas ke Pelanggar Prokes, Polri Ganjar Satpam BRI Di Makassar Penghargaan

“Hasil penyelidikan, tersangka LS selaku karyawan di vila dan menghubungi tersangka lain NO sebagai mucikari. Lalu NO menyiapkan empat perempuan yang siap dikencani,” kata Harun.

Diketahui, 2 wanita berasal dari Bogor dan 2 berasal Cianjur. Aksi mereka telah berjalan kurang lebih satu tahun. Setiap transaksi, muncikari dapat bagian sebesar Rp 100 ribu.

Baca Juga :  Disdukcapil Indramayu Gerak Cepat Ganti Dokumen Warga yang Rusak Dan Hilang Akibat Banjir

“Bayaran untuk PSK sebesar Rp 500 ribu. Uang tersebut dibagi bagi dan sisanya Rp 300 ribu untuk diduga PSK,” ungkapnya.

NO dan LS dijerat pasal 296 KUHP jo 506 KUHP, ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara dan Undang-Undang TPPO Tahun 2007, ancaman 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here