Lampung Literature Gelar Acara, Selisik Buku “Empedu Tanah” Karya Inggit Putria Marga

0

SumateraPost – Penerbit Lampung Literature, bakal menghelat acara Selisik Buku, yang bertajuk : “Empedu Tanah” karya Inggit Putria Marga, bertempat di Graha Kemahasiswaan Lt. 1, Universitas Lampung, Sabtu 15 Februari 2020 mendatang. Gelar acara ini berupa peluncuran buku sekaligus bedah buku.

Menurut Agit Yogi Subandi, pengelola Lampung Literature, “Acara selisik buku ini digagas oleh orang-orang Komunitas Berkat Yakin (KoBer) antara lain, Inggit Putria Marga, Alexander GB dan teman-teman lainnya di KoBer, ” ujar Agit Yogi Subandi yang juga anggota KoBer.

Lebih lanjut, dikatakanya, selisik buku ini dimaksudkan untuk pembahasan yang lebih dalam terhadap suatu karya. Nanti program-program peluncuran buku yang lain akan dibranding dengan program ini. “Acara ini akan dimeriahkan dengan penampilan Kiki Rahmatika yang akan menarikan salah satu puisi Inggit Putria Marga. Usai tarian tersebut, acara akan dilanjutkan ke sesi diskusi,” terangnya.

Dalam helat ini akan hadir sebagai pembicara sastrawan Lampung Iswadi Pratama (Direktur Artistik Teater Satu) dan Ari Pahala Hutabarat (Direktur Artistik KoBer) yang akan membahas buku Empedu Tanah karya Inggit Putria Marga, yang akan dimoderatori oleh Agit Yogi Subandi

Baca Juga :  Holaspica - The Dying Sky

Di sela-sela pembahasan buku juga akan ada penampilan menarik dari beberapa musisi muda, Orkes Ba’da Isya dan Denting. Mereka akan mengekspresikan puisi-puisi Inggit Putria Marga melalui musik.

Acara Selisik Buku ini dapat terselenggarakan berkat kerjasama Komunitas Berkat Yakin (KoBer),l Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni Universitas Lampung (UKMBS Unila), Kelompok Studi Seni (KSS), Kelompok Studi Kader (Klasika) dan Kopi Geh.

Peluncuran buku ini bertujaun, bisa mningkatkan apresiasi dan memberi pengetahuan kepada para apresian yang datang tentang bagaimana membaca sebuah buku puisi. Ruang diskusi ini akan menyajikan pembahasan buku dengan sebuah metode pembahasan yang berbeda dari kedua pembahas, baik dari segi isi maupun struktur.

Dalam pembahasan ini, yang ingin disasar adalah aspek estetik dari puisi-puisi yang dihadirkan, khususnya puisi dalam buku puisi “Empedu Tanah” ini, sehingga pemahaman apresian tentang seni, khususnya puisi, semakin bertambah.

Agit mengatakan, yang jelas Lampung Literature, mengajak semua kalangan untuk mennghadiri dan menikmati persembahan acara Selisik Buku ini. “Jadi siapa pun bisa hadir dalam acara yang digelar gratis ini. Siapa tahu gelaran ini bisa menginspirasi dan makin meningkatkan apresiasi terhadap karya seni,” pungkas Agit.

Baca Juga :  Film Perdana Hanya Manusia di Empat Bioskop Ternama Provinsi Lampung

Tentang Penulis

Inggit Putria Marga sebagai seorang penyair perempuan Lampung, yang intens terhadap dunia sastra, khususnya puisi, juga menjadi patut untuk diselisik. Ia banyak mendapatkan penghargaan dari hasil karyanya, antara lain; Anugerah Kebudayaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 2005, 100 Puisi Terbaik Indonesia-Pena Kencana 2010, 60 Puisi Terbaik Indonesia 2009, 5 Besar Khatulistiwa Literary Award 2010 dan lain-lain.

Puisi-puisi Inggit Putria Marga juga sudah diterjemahkan ke Bahasa Perancis dan Bahasa Inggris. 3 Puisinya dalam Bahasa Perancis diterjemahkan oleh Isadora Fichou dan dimuat dalam “Editions Jentayu-Indonesié”, yaitu dari program kerjasama Editions Jentayu dan Yayasan Lontar. Kemudian 3 puisi lagi diterjemahkan dalam Bahasa Inggris oleh John H McGlynn, dimuat dalam Jurnal Sastra Stand-jurnal sastra di inggris, edisi khusus untuk sastra Indonesia.

Selain penghargaan dari karyanya, pernah diundang ke beberapa festival sastra baik di level nasional maupun internasional. Festival itu antara lain, Festival Puisi Antar Bangsa-Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, 2010, Ubud Writers Festival, 2009, Festival Sastra Internasional di Utan Kayu, 2005. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here