LBH Ansor dan Baanar Kota Tegal Resmi Dikukuhkan Bersamaaan Acara Haul ke-11 Gus Dur

Tegal SumateraPost.co – PIMPINAN Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tegal resmi mengukuhkan pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor yang diketuai Bambang Irawan dan Barisan Ansor Anti Narkoba (Baanar) yang diketuai Fachrudin, bersamaan dengan acara Haul ke-11 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diselenggarakan di di Gedung NU Kota Tegal, Sabtu (26/12) malam.

Acara Haul ke-11 Gus Dur berlangsung meriah, meski dilaksanakan secara virtual mengingat pandemi yang belum mereda. Masyarakat dan warga Nahdliyin menyaksikan acara ini melalui media sosial.

Hadir secara langsung di Gedung NU Kota Tegal di antaranya Kepala Kanwil Kemenag Kota Tegal KH Ahmad Farkhan, Sekretaris PCNU Kota Tegal dr H Muslih Dahlan, Wakil Ketua Hasan Mustofa Kamal, Ketua MAKIN Kota Tegal Lie Ing Lyong Gyong Gyong, dari BKSG Trisono, Pemuda Katolik, dan mengundang semua tokoh agama.

Haul ke-11 Gus Dur diisi dengan Doa Bersama Lintas Agama dan Pagelaran Wayang Kebangsaan oleh Dalang Ki Sengkek yang mengangkat lakon Santri Suci.

Ketua GP Ansor Kota Tegal Sarwo Edi menyampaikan pengukuhan LBH Ansor dan Baanar untuk menjawab berbagai masalah yang dialami masyarakat, terutama terkait persoalan hukum dan narkoba. “Jika kita punya LBH sendiri nantinya akan lebih mudah untuk mengatasi masalah hukum, sedangkan adanya Banaar khusus masalah Narkoba,” kata Sarwo Edi.

Baca Juga :  Polrestabes Semarang Gelar Prarekonstruksi Insiden Perampokan

GP Ansor mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tegal, DPRD, Kanwil Kemenag, BKSG, MAKIN, Yayasan Tri Dharma Tegal, pemuka agama Katolik, Budha, dan Hindu yang sudah mengapresiasi dan memsuport, baik materil ataupun nonmateril dalam kegiatan Haul ke-11 Gus Dur sehingga berjalan lancar sesuai harapan.

Ketua LBH Ansor Kota Tegal Bambang Irawan menjelaskan, LBH Ansor merupakan lembaga semi otonom yang dibentuk GP Ansor. “LBH Ansor merupakan implementasi visi dan misi Ansor sebagai organisasi kepemudaan sosial kemasyarakatan,” ungkap pria yang akrab disapa BI yang juga merupakan Ketua Panitia Haul ke-11 Gus Dur.

BI melanjutkan, melalui serangkaian acara yang diadakan di Bulan Gus Dur, diharapkan dapat menggali serta memutakhirkan keteladanan sesuai kondisi kekinian, sekaligus meneguhkan semangat Indonesia berlandaskan kearifan lokal yang telah dimiliki bangsa ini. Sedangkan pagelaran wayang masih sangat relevan di era sekarang ini.

Baca Juga :  Personel TNI-Polri Bersenjata Lengkap Kawal Vaksin Covid-19 Hingga Disuntikkan

Terlebih wayang merupakan salah satu kebudayaan Jawa dan Nusantara yang mempunyai nilai dakwah kultural berbasis kebangsaan, sebagaimana yang dulu dilakukan Gus Dur. “Wayang adalah bagian dari nilai dakwah kultural dalam mensemaikan nilai-nilai kebangsaan yang makin luntur di kalangan anak muda,” jelas BI yang sangat mengagumi sosok Gus Dur.

“Sudah sering didengar komentar andaikan Gus Dur masih ada, atau sekarang baru paham mengapa Gus Dur dulu berkata. Setiap kekonyolan politik, insiden kekerasan atas nama agama, penindasan kepada kelompok minoritas, maupun setiap insiden rakyat kecil yang terdesak oleh kepentingan kekuasaan, nama Gus Dur kembali disebut,” papar BI.

BI berharap persaudaraan antaranak bangsa melalui acara seperti ini semakin kokoh. Saat ini bangsa berpotensi terpecah-belah karena faktor SARA, menguatnya intoleransi dalam beragama dan kebhinekaan yang mulai terusik. NKRI terancam karena radikalisasi paham keagamaan serta saling fitnah dan hujat karena perbedaan pandangan.

“Menjaga NKRI adalah kewajiban bersama,” tegas BI.

Terpisah, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengapresiasi GP Ansor yang mengadakan Haul ke-11 Gus Dur. “Sebagai penerus bangsa, harus mengikuti petuah Gus Dur. Generasi muda Ansor yang luar biasa, selamat bekerja. Bersama Ansor, kaum muda Gus Dur, Gusdurian, kita bersama-sama untuk menjaga NKRI,” ungkap wakil wali kota.

Baca Juga :  Babinsa Sambi Hadiri Pemakaman Prokes Warga Binaan

Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Haul ke-11 Gus Dur. Menurut Kusnendro, Gus Dur adalah tokoh bangsa, tokoh pluralisme yang berhasil dan bergaul dengan berbagai macam etnis. Sehingga, masyarakat Indonesia bisa bersatu pada berbagai golongan, menjadi rumah pluralisme.

“Menghargai persamaan dan perbedaan menjadi wadah, kekayaan kebudayaan di Indonesia. Nilai-nilai tersebut harus dilestarikan generasi penerus dan bersama menjaga keutuhan NKRI,” ujar Kusnendro.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Kota Tegal KH Ahmad Farkhan. Farkhan mendoakan agar selalu diberikan keberkahan dan dimasukan ke dalam golongan birul walidain, anak-anak bangsa yang mampu berbuat baik dan berterima kasih kepada orang tua. “Gus Dur bagi kami adalah guru, sang pencerah di bidang politik dan ketatanegaraan,” tutur Farkhan. (Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here