Leletnya Kejari Cibinong Tangani Kasus PT PPE, CBA Ancam Surati Kejagung

SumateraPost, Bogor – Leletnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong menangani kasus penyertaan modal PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) menjadi bahan gunjingan tak berakhir. Center For Budget Analysis (CBA) ancam akan surati Kejagung terkait hal itu.

Karena dana yang digunakan PT PPE bersumber dari dana APBD, harus ada bentuk pertanggung jawaban. Sekretaris Center For Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman menilai, Kejati Cibinong, Kabupaten Bogor, dapat bertindak cepat dalam proses penyidikan terkait dugaan korupsi yang dilakukan direksi perusahaan plat merah milik Pemkab Bogor.

Dia menilai lambannya pengusutan itu terus di pantau publik seberapa besar sepak terjang Kejari Cibinong dalam menangani kasus besar tersebut. Kejari yang dinahodai Munaji, sepertinya mencoba kasus itu dihentikan.

Baca Juga :  Perumda Tirta Kahuripan Terjunkan 155 Personil, Antisipasi Gangguan Selama Lebaran

Jajang Nurjaman menyebut, proses hukum yang dilakukan Kejari Cibinong terkesan lamban bahkan jalan ditempat. Dia nenilai, kasus tersebut telah berjalan tahun ketiga sejak bergulir dan sempat menghebohkan bumi tegar beriman.

Campur tangan Kejari Cibinong diharapkan ada titik terang, ternyata jajaran Penegak Hukum (APH) Adhiyaksa ini tak kunjung menetapkan satu tersangka pun.

“Kejaksaan sebagai instansi yang berwenang melakukan penyidikan kasus korupsi, karena dalam menetapkan tersangka tidak perlu harus menunggu hasil audit BPK,” tegas Jajang kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Jajang menegaskan, apabila dalam hal ini Kejari bekerja dengan benar dan serius, tentunya akan sangat mudah menentukan unsur-unsur melawan hukum, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi bagi direksi PT PPE.

Baca Juga :  Polisi Akan Bubarkan Pengunjung Mall, Bila Terjadi Penumpukan

“Dari sini proses penyidikan bisa terus berjalan dan progres atau tidaknya bisa dilihat dalam penetapan tersangka,” terangnya.

Bagi Jajang, dalih menunggu hasil audit BPK patut diduga hanya menutupi kinerja Kejari Cibinong, yang lamban dan tidak ada keseriusan dalam memberantas korupsi di Bumi Tegar Beriman tersebut.

“Selain itu, dari segi waktu proses audit BPK soal kerugian negara dugaan korupsi, PT PPE seharusnya sudah rampung dalam kurun waktu setahun lebih ini. Diharapkan, setelah surat keputusan BPK terkait audit kerugian negara telah keluar, Kejari tidak lagi bingung harus ngapain dan langsung menetapkan tersangka sebagai pihak bertanggung jawab atas kerugian uang negara yang mencapai puluhan miliar tersebut,” pinta Jajang.

Baca Juga :  Polsek Cariu Gelar Operasi Yustisi dan PPKM, Hasilnya Warga Tak Sepenuhnya Disiplin

Sebagaimana diketahui, Penangangan kasus Perseroan Terbatas Prayoga Pertambangan dan Energi (PT. PPE) yang diduga merugikan uang rakyat senilai kurang lebih mencapai Rp80 miliar, kini masih jalan di tempat.

Pasalnya, kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor sejak awal tahun 2018, silam itu, hingga kini masih dalam tahap menunggu hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here