Letkol Inf Eko Bintara : Asiknya Giat TMMD Reg 109/Sintang di Desa Tertinggal dan Terpencil

SumateraPost, SINTANG – Desa Tirta Karya di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan salah satu desa yang masih berstatus tertinggal.

Desa yang mayoritas penduduknya adalah buruh atau pekerja pabrik pengolahan kelapa sawit ini, memiliki daerah yang relatif sulit dijangkau.

Dihuni oleh 562 jiwa pria dan 583 jiwa wanita, Desa Tirta Karya sedang menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 109 TA 2020 oleh Kodim 1205/Sintang.

Kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kebermanfaatan, sehingga memberikan dampak perubahan yang lebih baik bagi Desa Tirta Karya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 1205/Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, saat memberikan sambutan pada Acara Pembukaan TMMD Reg 109 TA 2020, di Makodim Sintang, Selasa (22/09/2020), pagi tadi.

“Kami berharap, kehadiran kami sebagai Satgas TMMD, dapat memberikan nilai positif yang signifikan pada proses percepatan pembangunan di desa yang dibentangi Sungai Ketungau tersebut.”

Percepatan yang dimaksud, ungkap Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, yakni selain menambahkan jumlah infrastruktur, hasil kerja TMMD ini juga dijadikan stimulus/perangsang untuk menggagas pembangunan lanjutan.

“Selayaknya sebuah negara yang memerlukan ideologi untuk menentukan arah berkehidupan berbangsa dan bernegara, sebuah organisasi yang meski bersifat temporer, juga memerlukan pedoman berupa jargon/semboyan,” urai Eko Bintara Saktiawan.

Dalam sambutannya, di hadapan sejumlah tamu undangan dan Forkopimda Sintang, Eko memaparkan sebuah jargon/semboyan dengan _breakdown_ 4 poin dan dituliskan dalam Bahasa Dayak Iban sebagai wujud pengakuan terhadap kearifan lokal.

Kita bersaudara, bersama Tuhan, menjaga NKRI dengan hati dengan 4 poin _breakdown_ berupa memanusiakan manusia, bekerja dengan hati, semangat kebermanfaatan bagi semesta dan berniat mengabdi kepada Tuhan, negara, rakyat dan kesatuan.

Pedoman tersebut ditransliterasi ke Bahasa Dayak Iban menjadi “`kitai semua saudara, bersama ngau tuhan, nyaga NKRI ngau ati baik“`, (memensiakan mensia, bekerja ngau ati tulus, bersemangat ngau alam semesta dan mengabdi ngau Tuhan, negara, masyarakat dan kesatuan).

Eko meyakini semboyan tersebut bernilai universal (relevan pada dimensi waktu, tempat, organisasi dan tugas) dan dapat memompa semangat anak buahnya yange terlibat sebagai personel satgas TMMD, melaksanakan tugas secara maksimum, sehingga optimal mencapai tujuan.

Sementara itu, Plt Kades Tirta Karya, mengungkaokan rasa syukurnya desanya yang terpencil dan tertinggal mendapatkan Prigram TMMD 109/Sintang itu. Dia berharap dengan dilaksanakannya TMMD 109/Sintang ini, nantinya menjadi embrio bagi pembangunan-pembangunan di desanya.
“Kami siap memobilisasi warga untuk bersama-sama Satgas TMMD 109/Sintang, bergotong-roying dan bahu membahu menyelesaikan tahapan demi tahapan pembangunan fisik dan Non Fisik di desa kami,” kata Asius Culi, kepada awak media, usai mengikuti Acara Pembukaan TMMD 109/Sintang di Makodim Sintang, pagi tadi. (1205/Sintang/Herypri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here