Lubang Jalan Sudirman Intai Korban, PUPR Kurang Perhatian

Langsa, SumateraPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Kota Langsa kurang perhatian terhadap jalan Sudirman yang sudah lama berlombang tapi tak ada perhatian untuk di perbaiki. Lubang sedalam lebih kurang sepeluh sentimeter dan lebar lingkaran lebih kurang tiga puluh sentimeter dapat membayakan pengendara sepeda motor jika kurang perhatian ada lubang di depannya.

Satu sepeda motor terperosok ke dalam lubang tersebut dan hampir jatuh tersungkur ke aspal, masih untung sepeda motor nya tidak rusak.

Baca Juga :  Kapolsek Hadiri Pertemuan Tokoh Masyarakat dan Penyambutan KUA Peudawa

Suhardi (56 tahun) warga Tamiang kepada Sumatera Post, Senin , 11 Januari 2021 saat sama- sama berhenti di lampu pengatur lalu luntas, mengatakan ” saya kaget juga terperosok ke dalam lubang itu dan hampir jatuh saya”dengan mimik wajah pucat.

Pemerintah Kota (Pemko) Langsa harus segera mengatasi lubang kecil di setiap ruas jalan dalam kota, pantauan Sumatera Post tidak dijalan Sudirman saja yg berlumbang namun di jalan A.Yani juga ditemukan lubang kecil, tapi sangat berbahaya bagi penginderaan kendaraan terutama roda dua. Sebelum jatuh korban dan dituntut secara hukum jika terjadi kecelakaan karena lubang jalan sesuai dengan Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mewajibkan penyelenggara jalan segera memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Gubernur Sambut Baik Rencana TNI AU Gelar Baksos di Aceh

Undang-undang mewajibkan penyelenggara jalan memasang tanda atau rambu pada jalan yang rusak. Ada ketentuan pidana bagi penyelenggara jalan yang mengabaikan kerusakan jalan. Pasal 273 Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dipidana kurungan paling lama enam bulan atau denda maksimal Rp12 juta.

Baca Juga :  Masih Kurangnya Prasarana Pendukung, Dayah Madinatuddiniyah Darussalam Harap Bantuan Pemerintah

Kalau kecelakaan tersebut sampai mengakibatkan luka berat, pelaku bisa dipidana kurungan maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp24 juta, dan jika korban kecelakaan sampai meninggal dunia, pelaku dapat dipidana penjara hingga lima tahun atau denda paling banyak Rp120 juta.(Mustafa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here