Sumaterapost.co | Lombok – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram di Desa Pengengat, yang berada di bawah bimbingan Prof. Yusuf Akhyar Sutaryono, Ph.D, bersama dengan Kelompok Tani Ternak Tandur Desi yang diketuai oleh Ade Kirman melakukan penanaman Lamtoro. Penanaman Lamtoro ini dilaksanakan di Dusun Tempit Desa Pengengat, Jum’at, (7/15) lalu.
Penanaman lamtoro merupakan salah satu program Desa 1000 Sapi yang selaras dengan program kerja KKN Desa Pengengat yaitu menanam pakan ternak. Penanaman Lamtoro ini juga mendapat perhatian dari Universitas Mataram sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat Desa Pengengat yang dicanangkan sebagai Desa 1000 Sapi.
Adapun kontribusi mahasiswa KKN Universitas Mataram dalam program penanaman Lamtoro sangat diapresiasi oleh Ketua Kelompok Tani Ternak, Ade Kirman.
“Penanaman Lamtoro ini merupakan salah satu program Desa 1000 Sapi yang mana salah satunya yakni Desa Pengengat. Kedatangan adik-adik KKN di sini sangat membantu dalam proses pengerjaannya, apalagi salah satu program kerja adik-adik selaras dengan kegiatan kami di sini,” tutur Ade Kirman, Senin, (18/7/2022).
Penanaman lamtoro dilakukan dengan harapan para peternak di Desa Pengengat dapat dengan mudah mencari sumber pakan ternak dengan budidaya mandiri. Lamtoro dipilih, karena merupakan tanaman yang mudah beradaptasi dengan media pertumbuhannya. Adapun pemanfaatan lamtoro itupun beragam, mulai dari pencegah erosi hingga sebagai pakan ternak.
Proses penanaman lamtoro dilakukan dengan meratakan media tanamnya. Selanjutnya tanah yang telah dicampur dengan kotoran sapi diletakkan di atas tanah yang dijadikan media tanam. Kemudian bibit Lamtoro disemai di atas media tanam yang sudah siap tersebut.
Setelah dilakukan penyemaian bibit lamtoro secara merata di atas media tanam, pupuk yang berasal dari campuran kotoran sapi kembali diletakkan di atas bibit yang telah disemai. Terakhir adalah penyiraman bibit. Pengalaman menanam Lamtoro bersama dengan Kelompok Ternak Tandur Desi menjadi salah satu pengalaman berharga bagi Tim KKN Desa Pengengat.
“Menanam Lamtoro bersama dengan Kelompok Ternak Tandur Desi merupakan pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya kerja sama dan komitmen. Kerja sama memberikan kemudahan bagi kami untuk menyelesaikan penanaman lebih cepat. Sementara komitmen untuk menyelesaikannya bersama demi memudahkan para peternak, membuat kami tidak merasakan lelah,” ungkap Yogi Prayudi selaku ketua tim KKN Desa Pengengat.
Selanjutnya, Lamtoro yang telah ditanam dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, yang mana memiliki kandungan protein yang baik untuk hewan ruminansia. Sehingga pakan ternak dengan campuran lamtoro menjadi pilihan utama para peternak sapi di Desa Pengengat.
Adapun bagian Lamtoro yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak adalah daunnya. Sementara campuran untuk hijauan pakannya adalah campuran rumput dengan lamtoro yang biasanya diberikan pada ternak dalam keadaan segar.
“Kami memberi makan ternak sapi di sini dengan lamtoro dan juga rumput odot yang diberikan secara langsung dalam keadaan segar,” tutur salah seorang peternak yang ditemui oleh mahasiswa KKN di Kandang Tandur Desi, pada Jum’at, (7/15) lalu.
(upi).




