Mahasiswi Prodi Sistem Komputer ini Ciptakan Sistem Filterisasi Asap Rokok Otomatis

SumateraPost, BANDARLAMPUNG – Untuk menjaga udara ruangan tetap bersih, mahasiswi Kampus Terbaik di Lampung menciptakan Sistem Filterisasi Asap Rokok Otomatis menjadi Udara Bersih Berbasis Arduino Uno.
Septiana Ely Fadila, merupakan mahasiswi Program Studi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Septiana dalam menyelesaikan tugas akhir mendapatkan bimbingan dari Zaidir Jamal, S.T., M.Eng. dan telah melaksanakan ujian skripsinya pada Kamis (7/4/2021).

Septiana mengungkapkan bahwa yang mendasari pembuatan alat karena tingginya perokok di Indonesia terutama di ruang publik. “Dampak dari asap yang dihasilkan dapat berdampak pada seluruh orang baik perokok aktif maupun pasif,” ucapnya.
Alat yang dibuatnya, lanjut Septiana, merupakan miniatur dari sistem sebenarnya dan untuk ukuran sebenarnya dapat diletakkan di sudut ruangan. “Kalau miniatur ini dapat diletakkan di meja. Yang pasti menjangkau ketika ada asap rokok,” ujarnya.

Baca Juga :  Dosen FPT University Vietnam Isi Kuliah Corporate Budget di IIB Darmajaya

Septiana menerangkan proses kerja alat atau sistem akan bekerja ketika sensor mendeteksi ada asap. Jika kadar asap melebihi 200 PPM, sensor akan mengaktifkan kipas yang difungsikan sebagai penyedot asap melalui Arduino. Selanjutnya asap dimasukkan ke dalam Sistem Filterisasi dan diolah untuk dikonversikan menjadi udara yang bersih dan segar.
Sementara dosn pembimbing, Zaidir Jamal, menuturkan alat perlu dikembangkan lagi menjadi purwarupa dan dapat diproduksi.

Baca Juga :  Pertama Kali Ikut, “Pesan Menu” Milik Mahasiswa Prodi Bisnis Digital ini Menangi DSC 2021

Sistem ini juga, lanjut Zaidir, memiliki kebermanfaatan untuk publik. “Sistem ini memberikan solusi alternatif untuk mempertahankan udara dalam ruangan selalu bersih. Harapan kami dapat dikembangkan untuk meningkatkan performanya,” tuturnya.
Terpisah, Ketua Prodi Sistem Komputer, Nurfiana, S.Kom., M.Kom., mengatakan tanda larangan merokok di suatu area acap kali kurang diindahkan oleh perokok aktif. Bahkan, terkadang perokok aktif tidak peduli meski ada orang lain (perokok pasif) dalam area atau ruangan yang sama. “Zat yang ada pada asap rokok lebih besar dampaknya bagi perokok pasif,” pungkasnya. (**)

Baca Juga :  Visiting Lecture Inbound, Profesor Taiwan Isi Kuliah e-Sport kepada Mahasiswa Darmajaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here