Malam Budaya dan Temu Kangen Aljiro

Sumaterapost.co – Malam Budaya dalam rangkaian Reuni Akbar Aljiro 2017 akan digelar di Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, Semarang, Jumat, 3 Nopember 2017, dari Pukul 19.00 WIB – 22.00 WIB.Untuk mengapresiasi dan menguri-uri budaya lokal yang adiluhung, Aljiro menaja sebuah pentas seni kolosal yang menampilkan seni tari khas Kota Semarang.

Dalam malam apresiasi ini juga akan ditampilkan tari Goa Kreo—yang mengisahkan perjalanan Sunan Kalijogo dalam mencari kayu jati untuk tiang penyangga pembangunan Masjid Agung Demak.

Dalam gelaran pentas budaya ini juga ditembangkan lagu-lagu ciptaan Ki Narto Sabdo—seorang tokoh seni budaya terkenal dan juga dalang yang legendaris dari Kota Semarang.

Aljiro Night merupakan persembahan karya seni dari Aljiro untuk masyarakat kota Semarang yang dikemas dalam pentas yang spektakuler, kolosal dan anggun.

Sekum Panitia Reuni 2017, Ida Parwati, mengingatkan dress code dalama acara ini berupa Batik Semarangan. Para alumni wajib menggunakan batik buah karya pengrajin batik Semarang. ”Ini merupakan bukti bentuk komitmen Aljiro untuk mendukung dan ikut berperanserta menumbuhkan industri dan melestarikan batik Semarang,” ujar Ida Parwati.

Temu Kangen

Sedangkan acara temu kangen yang melibatkan lintas angkatan ini digelar Halaman SMA Negeri 1 Semarang, Sabtu, 4 Nopember 2017 dari Pukul 18.30 –hingga Selesai. Pertemuan dikemas dalam suasana yang santai, penuh keakraban dan kekeluargaan. “Konsepnya dari Aljiro dari Aljiro untuk Aljiro oleh Aljiro,” ujar Koordinator Acara Temu Kangen Arif Subarna

Ada tiga babagan acara, lanjut Arif, pertama gelaran Celebration, merayakan temu kangen dengan penuh kegembiraan yang dilengkapi dengan video projector mapping. Kedua, Reflection, merupakan renungan nilai persaudaraan dari acara reuni, dan Ketiga, Pesta Kuliner Semarangan, yang menghadirkan makanan dan jajanan khas kota Semarang.” Acara ini benar-benar dikemas untuk melepas kangen dan juga membangun memori serta kenangan termasuk dengan kuliner Semarangan yang ngangeni,” ujar Arif sembari mengingatkan untuk penanda dress code, yang dipakai sesuai dengan kesepakatan angkatan masing-masing. (heru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here