Maling di Pringsewu Gasak 2 Unit Motor Warga Sekaligus

Sumaterapost – Rusmaedi (31) guru SMA Negeri 1 Klumbayan Barat Tanggamus terpaksa tidak bisa berangkat mengajar lantaran sepeda motor miliknya yang digunakan sehari hari untuk berangkat ke sekolah raib digondol maling, Senin (30/10) dinihari.

Rusmaedi tidak menyangka jika maling akan mencuri dua unit sepeda motor miliknya sekaligus. Mengingat posisi rumahnya yang berada di Gunung Kancil, Kelurahan Fajaresuk, Kecamatan Pringsewu berada dipojok pemukiman warga dan tepat dilereng pebukitan. “Untuk masuk kehalaman rumah saya sulit, sebab jalannya masih tanah dan sempit kemudian sedikit menanjak,” paparnya.

Dia menceritakan kronologis hilangnya motor miliknya
Honda Beat POP warna putih BE 4997 UN dan motor Blade BE 4953 UF berwarna merah hitam.
Malam sebelum kejadian, dia tidur pukul 23.00 WIB, sementara istri, anak, dan ibunya serta adik iparnya sudah tidur duluan. “Ibu saya bangun pukul 04.00 WIB dan melihat pintu belakang sudah terbuka. Setelah kami cek kedua motor yang berada di dapur sudah raib,” kata dia.

Menurutnya, pelaku masuk kerumahnya dengan cara mendongkel jendela dapur, kemudian mengeluarkan motor lewat pintu belakang lalu menuntun motor lewat samping rumah. “Sekitar pukul 03.00 WIB tetangga sempat mendengar ada suara motor di dorong, dan berapa saat kemudian didengar suara motor dihidupkan,” ujarnya.

Dikatakanya pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang itu sempat mengambil golok, pisau dan ceret dari dapur akan tetapi tidak jadi dibawa melainkan diletakkan dihalaman rumah. “Peristiwa ini sudah saya laporkan ke Polsek Pringsewu, Polisi sudah melakukan olah TKP,” ujarnya sembari menambahkan jika kedua motor yang dicuri dalam keadaan terkunci stang.

Atas kejadian yang menimpa Edi, Sahidin warga setempat yang juga anggota DPRD Pringsewu berharap agar Pemerintah Daerah lebih peduli serta berkomitmen untuk menekan angka kejahatan khususnya tindakan aksi pencurian yang belakangan ini marak terjadi di wilayah hukum Pringsewu. “Kita berharap pemerintah daerah berkordinasi dengan jajarannya mulai dari camat, kelurahan/pekon agar menggalakkan sistim keamanan lingkungan, seperti mengaktifkan ronda malam untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan” tukas Sahidin. (ti).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here