Mall Boxies Didemo, Mahasiswa Desak Pemkot Cabut Perizinan

SumateraPost, Bogor – Forum Kajian Mahasiswa gelar aksi demo. Para mahasiswa mempertanyakan Amdal Lalin dan Perizinan mall Boxies 123 Tajur, Kota Bogor. para mahasiswa menilai kehadiran Mall menambah panjang kemacetan.

Mall yang baru empat hari beroperasi, mahasiswa desak Pemkot Cabut Perizinan, lantaran khawatir tembok kembali ambruk, menimpa rumah rumah warga.

“Keberadaan mall ini, apakah sesuai dengan Perda RTRW, dan bagaimana soal Amdal Lalin nya,” ungkap kordinator aksi, Irwan Selasa (14/1/2019)

Ia menegaskan, masalah pelik yang terjadi di Kota Bogor, hari ini mengenai konversi lahan untuk pembangunan tempat-tempat komersil. Hal ini akan menimbulkan dampak lingkungan, akan tetapi sosial budaya masyarakat ikut terkena imbas.

“Hari ini kita melihat dengan seksama pembangunan tempat komersil yang bernama Boxies Mall Tajur. Diindikasi telah melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor 2011-2031. Belum lama ini tembok penahan tanah yang menimpa 2 rumah warga yang menyisakan trauma berat bagi masyarakat yang menjadi korban”, kata Iwan.

Ambruknya tembok menimbulkan berbagai pertanyaan. Mulai dari perencanaan pembangunan, perizinan yang dipandang hanya kesepakatan kaum kapitalis dengan penguasa tanpa memandang dampak negatif bagi masyarakat.

“Kami.menolak keras keberadaan mall Boxies ini. Pemkot Bogor harus memperhatikan kesejahteraan dan kelangsungan masa depan sosial budaya dan lingkungan Kota Bogor, bukan kepentingan korporasi semata,” ujarnya.

Senada, Rizki mahasiswa lainnya meminta agar operasional mall Boxies dicabut. Pemkot Bogor harus melakukan kajian ulang terhadap Amdal Lalin maupun persoalan warga yang terdampak. “Kita minta aktifitas dihentikan dulu, karena banyak permasalahan disini,” tegasnya

Terpisah, perwakilan mall Boxies Jozarki Taruna Jaya menuturkan, demo mahasiswa mempertanyakan soal perizinan, padahal izin mall Boxies sudah lengkap ada semua. “Semua izin sudah lengkap dan ada,” ujarnya.

Terkait masalah kemacetan yang terjadi, ia menjelaskan bahwa saat pertama kali dibuka selama dua hari, animo masyarakat sangat besar sehingga terjadi kemacetan. “Dua hari kemarin itu memang diluar dugaan kami, animo masyarakat tinggi, jadi banyak warga kesini, wajar kalau macet didepan,” kilahnya.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here