Mantan Bendahara Golkar Buka-bukaan, Ada Potensi Penyimpang Dana

Sumatera Post, Bogor – Mantan Bendahara DPD Partai Golkar Kota Bogor Reflianosa Ibrahim tak hanya buka suara, sepakat dibongkar penggunaan keuangan partai Golkar. Pasca di gelar Musda ke X 29 Agustus lalu.

Keganjilan keuangan dapat saja terjadi, sebab pola kepemimpinan pun diragukan dan lebih menonjolkan arogansi pribadi. Keuangan partai banyak bersumber dari bantuan partai politik melalui Kesbangpol dan berpotensi terjadi penyimpangan.

“Partai Golkar Kota Bogor dapat bantuan partai politik dari enam kursi saat itu atau 160 ribuan suara berjumlah Rp 162 juta melalui Kesbang Kota Bogor,” kata Reflianosa Ibrahim Selasa (17/11/2020) petang.

Menurutnya penjelasan keuangan partai Golkar, sebatas pengelolaan keuangan setelah telah dirinya di didepak dari bendahara. Dibuatkan buku setebal 602 halaman tentang pelaporan keuangan. Laporan keuangan, juga disampaikan pada DPD partai Golkar Jawa barat dan pusat.

“Sebelum diganti dan di-PLT sekitar tahun 2018, saya sudah pernah menyampaikan laporan keuangan ke DPD Jawa Barat dan di DPP, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali,” kata Refli.

Rafli menjelaskan, bila keuangan partai Golkar Kota Bogor, dibuka ke publik hal yang wajar. Karena secara kasat mata hal itu terlihat jelas dan pihak lain maupun kader sendiri seakan dianggap tak tau keuangan.

“Biaya kontrak kantor DPD partai Golkar aja, senuhnya dibiayai pak Yus Ruswandi, bukan biaya kas Golkar. Termasuk berbagai furniture, sound sistem di kantor DPD. Siapa yang punya,” tutur Refli balik bertanya.

Dikatakan, rekapitulasi pemasukan keuangan DPD Partai Golkar terhimpun sebesar Rp. 543.500.000,- berasal dari sumbangan anggota Fraksi Golkar DPR RI, anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat dan anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor, termasuk dana bantuan lainnya, baik eksternal maupun internal, serta dana Bantuan Politik (Banpol) bersumber dari APBD Kota Bogor” jelasnya.

“Bila hal itu diminta pertanggungjawaban dari pengurus lama mestinya ada penjelasan. Bila ditemukan keganjilan penggunaan pantas dibuka dan persoalan akan dibawa mati,” kata Rafli.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here