Mantan Kabid Dikdas Lamteng dan Oknum Kontraktor Ditahan

Sumaterapost.co, GUNUNG SUGIH – Kapolres Lampung Tengah AKBP Oni Prasetya, S.I.K. diwakili Kabag Ops Kompol Dennis Arya Putra, SH., S.I.K. melakukan Konfrensi Pers didepan Gedung Sat Reskrim Polres Lampung Tengah, Kamis Kemarin 13/1.

Dalam keterangannya yang didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas, SH.,MH. bahwa unit Tipikor berhasil mengungkap tindak pidana korupsi, dengan hasil penyidikan yang memakan waktu cukup lama, yaitu dilakukan penelusuran dari tahun 2021, sehingga selanjutnya baru ditingkatkan menjadi penyidikan, dan membuahkan hasil yang terang benderang yang menyatakan kerugian negara mencapai angka Rp 4,6 Milyard, melalui dugaan penyalah gunaan anggaran dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun 2019 pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Lampung Tengah.

“Dari hasil penyelidikan, menetapkan dua orang pelaku yaitu Erna dan Riyanto pasal yang akan menjeratnya berbeda, tapi ancaman hukumannya sama, karena Erna. S, SE (43), pekerjaan Wiraswasta (Direktur CV. Ramero), warga jalan Raden Intan No. 224, RT/RW 002 / 002 Pekon Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, akan dijerat Pasal 2,3 dan 9 Undang – undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah Undang -undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyard.” urai Dennis Arya Putra yang didampingi Kasat Reskrim Edy Qorinas ini.

Baca Juga :  Tetap Berjalan Lancar, Walaupun Hanya 18 Anggota DPRD Lampung Tengah Yang Hadir

Sedangkan Riyanto, S.Pd., MM (59), ASN pada Dinas Pendidikan Lampung Tengah, warga Dusun Candi Waringin, RT/RW 010/005 Kampung Bandar Sakti, Kecamatab Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, yang saat tindakan itu berlangsung tahun 2019 ia masih menjabat selaku Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Lampung Tengah, akan dijerat dengan Pasal 3 Undang – undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah Undang – undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman yang sama dengan Erna yaitu 20 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyard.

Baca Juga :  Setelah Dihimbau, Empat Hari Kemudian Menyerahkan Diri

“Kedua tersangka ini, berdasar dari hasil audit BPKP bahwa telah merugikan negara melalui APBN sekitar Rp 4,6 Milyard melalui dana yang dialokasikan ke 165 Sekolah Dasar di Lampung Tengah, dengan modus overandy Erna berperan telah melakukan tanda tangan fiktip terhadap penerimaan barang, yang seharusnya ditanda tangani oleh Kepala dan Bendahara Sekolah, sikap ini patut di duga dan berdasar hasil penyelidikan dari tim Ahli bahwa speck yang harus diterima tidak sesuai dan berdasar pada hasil audit, sehingga kerugian Negara melalui APBN mencapai angka Rp 4,6 Milyard, sedangkan Riyanto yang saat itu sebagai Kabid Dikdas, diduga ia telah menyalah gunakan wewenangnya mempengaruhi para Kepala Sekolah untuk menerima apa yang telah diperbuat Erna tersebut, sehingga tindak pidana konspirasi korupsi bisa terlaksana dan berlangsung, akibat perintah dan saran darinya terhadap 165 Kepala dan Bendahara Sekolah yang menerima bantuan tersebut, ” tegas Kabag ops.

Baca Juga :  Napi 321 Orang Dapat Remisi, Satu Peleton Ikuti Upacara

Lebih lengkap dijelaskan Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH.,MH mendampingi Kabag Ops, bahwa barang bukti yang diamankan berupa 18 unit laptop ( 9 merk Asus dan 9 merk lenovo ), 20 unit tablet ( 11 merk Advan, 7 merk Maxtron, 2 merk merk Mito), 17 unit proyektor ( 9 merk infocus, 3 merk Epson, 4 merk Acer, 1 merk Nec ), 18 unit paket Komputer + layar merk LG, 18 unit CPU rakitan merk Simbada, 18 paket Mouse dan Keybord merk Logitech, 17 Router/Wi-fi (11 merk Tenda, 6 merk TP-LINK), 18 unit Hardisk Eksternal (16 merk Toshiba, 2 merk Adata).

“Karena itu kedua tersangka akan dijerat dengan ancaman hukuman penjara selama 20 Tahun Penjara ditambah denda yang akan dibebankan sebesar Rp 1 M. ” pungkas Edy akhiri konfrensi. (Ganda)