Masih Ikut TMMD, Dandim Brebes Apresiasi Kakek 80 Tahun Asal Kalinusu Bumiayu

Brebes SumateraPost.co – Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, sangat mengapresiasi antusias dari seluruh warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam upayanya mengerahkan segenap tenaga dan segala potensi guna membantu TNI melaksanakan Pra TMMD Reguler 109 Brebes.

Hal itu diutarakannya saat meninjau lokasi pembangunan jalan antar pedukuhan, Karanganyar-Kedung Kandri, Desa Kalinusu, yang sedang dibuka dan dibangun sepanjang 1,6 kilometer lebar 4-6 meter. Kamis (17/9/2020).

“Saya sangat bangga terhadap keikhlasan yang ditunjukkan Mbah Wasirun, salah satu orang tua lanjut usia berumur 80 tahun, masih ikut terlibat kerja bakti membantu kami membangun jalan di desanya,” ucapnya mengapresiasi.

Menurutnya, kakek tersebut menaruh harapan besar karena jalan yang sedang dibangun itu akan membuka keterisoliran 100 KK di Dusun Kedung Kandri yang selama ini terpisah dari desa dan 12 dusun lainnya di Kalinusu.

Untuk itulah dirinya yakin, kehadiran sejumlah warga tua di lokasi TMMD, sudah cukup menunjukkan budaya gotong royong yang coba ditumbuhkan melalui TMMD masih terjaga dengan baik.

“Beliau tahu bahwa jalan yang sedang dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di sejumlah dusun di Kalinusu umumnya, dan membuka koneksi warga Dusun Kedung Kandri ke Kalinusu,” imbuhnya.

Dandim bersama Kepala Dispermades Kabupaten Brebes, Subagiyo, dan didampingi Camat Bumiayu, Eko Purwanto, Sp. Msi, tak lupa berpesan kepada Mbah Wasirun agar kedepan memakai masker yang telah dibagikan. Pasalnya itu merupakan protokol kesehatan wajib yang diterapkan selama pelaksanaan TMMD Reguler yang akan segera dibuka 22 September 2020 ini.

Untuk diketahui, warga Dusun Kedung Kandri, selama ini harus menyeberang Kali Pemali dengan rakit jika hendak ke pasar dan sekolah di wilayah kecamatan tetangganya, yaitu Kecamatan Bantarkawung.

Selanjutnya jika akan pergi ke Balai Desa Kalinusu, setelah menyeberang Kali Pemali, mereka akan melanjutkan perjalanan darat sejauh 8 kilometer lebih dalam waktu 45 menit lebih dengan melewati sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bantarkawung dan wilayah Kecamatan Bumiayu, untuk tiba di tujuannya.

Sedangkan terkait Mbah Wasirum, ini merupakan AMD/TMMD nya yang kedua, setelah pada tahun 1986, AMD membuka dan mengeraskan jalan di desanya, dari Dusun Glempang menuju Dusun Beji sepanjang 4 kilometer yang kini menjadi jalan utama antar dusun. Jadi kakek tersebut paham betul manfaat TMMD yang sekarang. (Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here