Masyarakat Kembali Mengeluh Kinerja BPJS Kabanjahe

Sumaterapost.co, Tanah Karo – Lagi – lagi masyarakat keluhkan kinerja (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) BPJS cabang Kabanjahe yang berlokasi di jalan letnat rata perangin-angin no 14A Kelurahan Gung Letto kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Masyarakat mengeluhkan BPJS tidak efisien terkait pendataan dalih NIK dan KK tidak Online. Selasa (08/09/2020)

Meski Pemerintah memutuskan menaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020,melalui kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpes) nomor 64 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Perpes nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Adapun tarif untuk BPJS pertanggal yang sudah ditentukan Pemerintah melalui aturan per tanggal 1 Juli 2020, Khusus tahun ini, peserta mandiri BPJS kelas III hanya perlu membayar Rp 25.500 per orang per bulan. Sementara pemerintah akan menanggung sisanya sebesar Rp 16.500. Sementara untuk kelas I dan II masing-masing sebesar Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu.

Walaupun Iuran BPJS berbayar minat dan antusias masyarakat menjadi pelanggan BPJS cenderung meningkat, sayangnya hal tersebut berbanding terbalik dengan pelayanan pihak BPJS Cabang Kabanjahe.

Seperti yang disampaikan Eri P (30) warga Berastagi , Sudah hampir dua bulan Istri saya belum juga menjadi peserta BPJS, sebelum tanggal 17 Agustus 2020 saya sudah mengajukkan istri saya menjadi pelanggan BPJS, karena saya peserta KIS karena istri tidak terdaftar sebagai penerima faedah KIS, kami sepakat mendaftarkan istri saya sebagai pelanggan BPJS kelas III dengan biaya Rp 25.500 per bulannya, namun hingga saat ini istri saya belum terdaftar sebagai peserta dengan alasan Nomor Induk Keluarga (NIK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum Online.

“Alasan pihak BPJS NIK kami belum Online dan NIK istri saya, pada hari itu langsung saya ke Dukcapil untuk mempertanyakan, dan sudah Online jelas pihak Dukcapil, tidak itu saja pihak Dukcapil juga sudah memberikan prinant bukti NIK istri saya serta KK kami sudah terdaftar online namun hingga saat ini pihak BPJS mengatakan belum juga Online,”ujar Eri P Kesal saat berada di Dukcapil Karo kembali mempertanyakan

Ditambahkan warga Berastagi ini yang keseharian bekerja sebagai tukang becak, saya sanggat kuatir dengan kelahiran anak pertama saya makanya kami mau menjadi pelanggan BPJS, kemarin sudah ditawarkan pak Kepling biar diusulkan juga jadi peserta KIS, karena kondisi istri saya hamil saya lebih memilih mendaftarkan sebagai pelanggan berbayar.

“Sebagai pelanggan berbayar saja susahnya ketulungan, apalagi kalo yang gratis wajar saja dipersulit, saya sudah malu sama pihak Dukcapil karena mereka sudah menjelaskan bahwa NIK dan KK kami sudah online, bingung saya dengan pegawai BPJS ini,padahal sudah bolak-balik ke BPJS alasan sama juga belum Online, sementara di sini Dukcapil sudah Online ,”ujarnya dengan Ketus.

Sementara itu salah seorang pengunjung di Dukcapil yang akan mendaftar ke BPJS tersebut saat mendengar keluhan Bapak asal Berastagi mengatakan sama pak saya juga kakak saya seperti itu kendalanya belum bisa daftar karena baru berumahtangga, kan lucu juga kalo Abang saya dan kakak ipar saya satu KK namun pembayaran beda tanggungan

Saat kru Sumaterapost.co mengali Informasi dari wanita muda tersebut mengaku Bernama Widia Ginting (24) mahasiswa di Malang, sepengetahuan saya Ketika seorang warga mengubah element datanya maka data tersebut akan tersimpan di database siak disdukcapil kabupaten, dan data tersebut akan dikonsolidasikan ke data ware house pusat dan seharusnya data tersebut sudah akurat.

“Seharusnya ketika lembaga pengguna ingin melihat data warga tersebut seharusnya data di lembaga pengguna sudah akurat juga, apabila data di lembaga pengguna belum akurat, maka perlu ditelusuri kembali bagaimana bentuk perjanjian kerjasama yang dijalin antara ditjen dukcapil pusat dengan bpjs pusat. dan seharusnya pihak bpjs pusat kembali mengklarifikasi dukcapil pusat kenapa data yang mereka gunakan belum akurat. bukan justru langsung menyalahkan pihak dukcapil, sehingga kami masyarakat tidak kelabakan terkait data yang belum Online seperti yang senantiasa dialami masyarakat lainya,”ujar Widai Beru Ginting lugas.

Sementara saat Kru Sumaterapost.co menyambangi Kantor BPJS Cabang Kabanjahe, salah satu petugas jaga mengatakan Kepala sedang ada metting./ (Mawar Ginting)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here