Masyarakat Meradang Tagihan Listrik PLN Membengkak

SumateraPost, Batam – Tagihan biaya pemakaian listrik pelanggan PLN Batam yang membengkak pada Juni bulan ini, membuat masyarakat Batam meradang dan hampir disetiap kedai kopi ataupun di beberapa grup medsos menjadi perbincangan hangat.

Warga Batam berinisial FR, yang berdomisili diseputaran sekupang ketika di wawancarai wartawan media ini sangat terkejut. Ketika akan membayar tagihan biaya pemakaian listriknya bulan di kantor Unit Retail Costumer Representatif area tiban, tagihannya membengkak dua ratus persen lebih secara tiba-tiba tanpa ada sosialisasi sebelumnya.

Setiap bulannya tagihan listrik rumah saya biasa hanya dua ratus ribuan, mengapa bulan menjadi satu juta lebih. Padahal barang-barang elektronik dirumah saya sudah banyak yang dijual untuk biaya kebutuhan sehari-hari bersama keluarga, akibat dampak virus corona. Seharusnya ini menjadi perhatian serius oleh walikota Batam dan wakil rakyat. PLN Batam harusnya membantu masyarakat di zaman corona ini bukan malah menambah beban hidup yang sedang sulit,” pungkas FR.

Cak Ta’in salah satu pemerhati sosial dan juga ketua Presidium Kelompok Diskusi Anti 86 (kodat86). ketika diwawancarai wartawan SumateraPost.co di bilangan Nagoya Batam mengatakan bahwa terkait tagihan biaya listrik pelanggan Batam yang membengkak seharusnya ini tidak boleh terjadi, tidak boleh ada angka yang dikira – kira seenaknya. Sebab faktanya di lapangan masyarakat harus membayar dengan kenaikan yang sangat fantastis, ada yang sampai 350 sampai 400 persen,” ungkapnya.

Saya curiga ini diduga sudah di kalkulasi sebelumnya.pelanggan yang tagihanya naik 100 hingga 300 ribu.mungkin akan mengganggap biasa,karena faktor virus corona masyarakat harus stay at home.tetapi kenyataanya banyak pelanggan PLN mengalami kenaikan pembayaran di atas 500 ribu bahkan di atas satu juta rupiah.papar Cak Ta’ in.

Pengecekan meteran listik di rumah konsumen,itu merupakan kewajiban petugas
PLN sendiri.tidak ada alasan membebankan kepada konsumen, mereka sudah di gaji setiap bulanya.kalau alasan virus corona kenapa petugas yang biasa mengecek meteran rumah pelanggan tidak ada ujar Cak Ta” in.

Mestinya kalau tidak melakukan pengecekan di rumah pelanggan,jangan di pungut biaya tagihan pemakaian bulananya.
PLN menunjukan kinerja yang sangat tidak profesional bahkan berpotensi melanggar hukum.kata Cak Ta’in.

Saya akan mendorong dan melakukan gugatan class action atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum.kita sedang siapkan materinya berupa data dan alat bukti untuk di ajukan ke pengadilan secepatnya,pungkas Cak Ta’in.(Imron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here