Masyarakat Semedo dan Petahunan, Pasang Tanggul Darurat di Tikungan Maut Gibod

SumateraPost, Banyumas – Masyarakat Desa Semedo dan Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah menyelesaikan pemasangan tanggul pengamanan jalan darurat dari bambu dan ban bekas di tikungan maut gibod bagian atas, yang terletak di tanjakan/turunan ekstrim di wilayah Desa Cikawung berbatasan dengan Desa Semedo. Senin (3/8/2020).

Serka Eko Budi Wiyono, Babinsa setempat dari Koramil 15 Pekuncen, Kodim 0701 Banyumas mengatakan, aksi sosial warga kedua desa itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap banyaknya kecelakaan masuk jurang yang terjadi akibat rem blong saat menuruni tanjakan gibod.

“Rata-rata yang mengalami kecelakaan adalah sepeda motor matic, dimana remnya blong karena terlalu panas melakukan pengereman saat menuruni tanjakan gibod,” ujarnya.

Kecelakaan motor masuk ke jurang terakhir terjadi pada akhir Juni 2020 lalu, di hari penutupan TMMD Reguler 108 Kodim 0701 Banyumas, di Desa Petahunan (29/7), yaitu sepasang suami-istri asal Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, selepas mengunjungi Obyek Wisata Watu Kumpul dan pelepasan Satgas TMMD.

“Korban laki-laki mengalami patah paha kaki kanan saat menabrak pohon sengon di kedalaman 5 meter, sedangkan istrinya fraktur tulang pinggul di kedalaman 7 meter. Mereka dievakuasi ke RSUD Ajibarang, dan selanjutnya dirujuk ke RS. Ortopedi Purwokerto,” imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk pemasangan road barrier beton dari Dishub Banyumas, akan dilakukan besok (4/8), yaitu 38 barrier yang akan dipasang 13 buah di tikungan gibod atas, dan 25 buah di tikungan bawah.

“Panjang masing-masing barrier beton adalah 1 meter dengan ketinggian 80 centimeter. Sementara di depan barrier beton itu nantinya juga akan dipasang ban bekas untuk menahan benturan ketika dihantam kendaraan bermotor yang mengalami rem blong,” pungkasnya. (Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here