Masyarakat Tionghoa Binjai Dihimbau Rayakan Imlek Secara Sederhana

Sumaterapost | Binjai – Masyarakat etnis Tionghoa di Kota Binjai, Sumatera Utara, dihimbau untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2573 BE pada 1 Februari 2022 mendatang dengan kegiatan yang sederhana, demi mencegah munculnya gelombang susulan Covid-19.

“Kita harus tetap waspada. Jangan lengah dan jangan euforia berlebihan. Sebab pandemi Covid-19 belum berakhir. Rayakan Imlek dengan cara yang sederhana dan hindari kegiatan bersifat padat massa,” seru Tokoh Tionghoa Kota Binjai, yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kota Binjai, Ryan Wijaya SE, dalam keterangannya kepada wartawan di Kota Binjai, Rabu (26/01/2022) pagi.

Baca Juga :  Sosialisasikan Penyakit Hepatitis Akut & PMK, Walikota Imbau Masyarakat Tebing Tinggi Tetap Waspada

Menurut Ryan, saat ini kesadaran dan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 terkesan semakin menurun, menyusul penurunan kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 dan gencarnya gerakan vaksinasi nasional.

Hal ini menyikapi semakin enggannya masyarakat menggunakan masker dan menjaga jarak saat melakukan interaksi sosial, terkhusus para petugas pelayan publik, pedagang kaki lima, pelaku usaha kuliner, penyedia jasa angkutan.

“Padahal Covid-19 masih menjadi ancaman serius bagi kita. Hal ini terbukti dengan masih adanya kasus konfirmasi Covid-19, serta pemberlakuan aturan perjalanan yang masih sangat ketat, khusuilsnya di luar negeri,” ujar Ryan.

Baca Juga :  Tuan Rumah Rakorwil Apkasi se-Sumut, Sergai Lakukan Berbagai Persiapan

Demi mendorong percepatan penanggulangan Covid-19, dia pun mengharapkan masyarakat mendukung gerakan vaksinasi nasional, terkhusus vaksinasi kepada kelompok masyarakat lanjut usia, pelajar, dan anak-anak.

Sebab suksesi penanggulangan Covid-19 tentunya akan menjamin pulihnya kembali aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, serta terpeliharanya kondisi kesehatan seluruh masyarakat.

“Menyikapi masih adanya warga yang enggan divaksin dan orangtua yang tidak mengizinkan anaknya divaksin, saya mohon berpikirlah positif. Jangan terpancing isu-isu miring. Sebab vaksinasi adalah salah satu cara efektif mencegah Covid-19,” kata Ryan.

Baca Juga :  Bupati Labusel Hadirin Rapat Persetujuan Pembangunan Listrik Perdesaan di Dinas Kehutanan

Secara khusus dia mengharapkan para tenaga kesehatan agar bekerja dengan penuh tanggungjawab, menyikapi insiden penyuntikan “vaksin bodong” yang menghebohkan masyarakat Sumatera Utara, belum lama ini.

“Mohon tenaga kesehatan bekerja dengan benar. kalau lelah berhenti sejenak. Jangan paksakan diri, apalagi sampai menyuntikan vaksin bodong. Kalau memang ada sindikatnya, mohon polisi usut kasus ini,” ucap Ryan. (andi)