Matinya Demokrasi Ditubuh Golkar Kabupaten Pringsewu, Berarti Kembali ke Orde Baru

Sumatera Post, Pringsewu – Dipanggilnya para ketua PK Golkar Se Kabupaten Pringsewu, oleh para Petinggi Partai Golkar Lampung, dan diduga dikondisikan untuk memilih satu calon ini menandakan matinya demokrasi di tubuh Partai Golkar, dan berarti kembali ke jaman Orde Baru, ujar Maringan Sianipar Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar Kabupaten Pringsewu, kepada Sumatera Post, MInggu (13/9).

Maringan Sianipar yang juga pernah aktif di Jurnalis ini, lebih jauh mengatakan, sekali lagi, Saya sebagai kader Golkar dan Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Pringsewu, mengatakan, Sangat prihatin Partai yang sebesar ini saat akan Musda untuk menentukan kepemimpinan di Kabupaten, diduga sudah ada upaya pengkondisian oleh oknum Pengurus DPD 1 Partai Golkar Lampung untuk memilih calon ketua yang tidak disukai dan diharapakan lagi oleh Kader dan PK Partai Golkar di Kabupaten Pringsewu, “ini namanya tidak Demokratis, pimpinan yang arogan, berarti kembali ke jaman Orde Baru” ujar Maringan Sianipar.

Dia menambahkan,
Dasar perjuangan kami adalah: AD/ART, peraturan organisasi (PO), surat keputusan(Sk) petunjuk pelaksanaan(Juklak) petunjuk teknis (junis) Partai Golkar hasil munas bulan Desember tahun lalu dan kalaupun DPD 1 Partai Golkar Lampung mengambil langkah kebijakan partai maka harus dengan mekanisme Rapimda pada DPD 2 terlebih dahulu ketika dinyatakan stagnan atau deadlock tidak tercapai musyawarah mufakat serta berpotensi perpecahan partai, baru DPD 1 tingkat provinsi take over keputusan yang bernama kebijakan,ini belum ada kejelasan kapan akan ada Musda sudah dikondisikan, ujar Maringan Sianipar.

Ketua PK Partai Golkar Pringsewu, Fauzi, mengatakan, Kebijakan pimpinan yang mengkondisikan para PK di Kabupaten Pringsewu, yang menyebarkan isu kalau Pak Fauzi selaku kader Golkar dan juga sebagai Wakil Bupati Pringsewu, diisukan mengundurkan diri, dari mulut atau ucapan salah satu oknum pimpinan Golkar Propinsi Lampung, belum dimulai pencalonan kok sudah diisukan mundur, ada apa ini ? Ujar Fauzi ketua PK Golkar Kecamatan Pringsewu.

Sementara itu sebagai bentuk perlawanan pimpinan yang tidak Demokratis dan tidak memperhatikan aspirasi bawahannya sebagai kader Partai Golkar, ke tujuh Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se Kabupaten Pringsewu, membentangkan Karton bertuliskan, “Kami 7 PK Menolak Suherman dan Menolak Matinya Demokrasi di Tubuh Golkar Pringsewu”

Sekretaris Partai Golkar Propinsi Lampung, Ismet Roni, saat dikonfirmasi melalui HP, mengatakan, Jika dalam Musda ada polemik dan berrbeda aspirasi maka akan diselesaikan satu tingkat di atasnya, dan akan diselesaikan satu tingkat diatasnya, akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat, dan hasilnya adalah merupakan kebijakan Partai Golkar, ujar Ismet Roni.

Dia mengatakan, bukan tipe kader golkar Pringsewu,bergejolak seperrti ini, pasti ada yang menunggangi, maka kami menghimbau para kader Partai Golkar di Pringsewu untuk mematuhi kebijakan pimpinan Partai Golkar, pungkasnya.

Sementara itu, Dr. Fauzi Kader Golkar yang menjabat sebagai Wakil Bupati Pringsewu, mengatakan, Jauh-jauh sebelum ada wacana akan adanya Musda Partai Golkar Kabupaten Pringsewu, para kader Golkar dan para PK mendaulat Saya saatnya nanti untuk memimpin Gokar, dan saya Aamiini, namun disayangkan, kenapa belum ada Musda saya kok sudah diisukan mengundurkan diri, nyalon aja belum, kok sudah ada issu saya mengundurkan diri ? Ujarnya. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here