Mega Proyek Penumangan-Unit 6 Senilai 16 Milyard Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Sumaterapost.co – Menuai polemik dan dikritik keras oleh seluruh elemen masyarakat terkait proyek pembangunan ruas jalan Penumangan – Unit 6 Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat, yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nominal yang sangat pantastis sebesar 16 milyar.

Proyek yang menggunakan konstruksi rigit beton tersebut dalam pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan konstruksi dan spek atau tidak sesuai kontrak yang telah disepakati oleh perusahaan.” Besi yang seharusnya digunakan dengan ukuran 16 untuk besi yang memanjang dan 25 untuk besi yang melintang, hanya menggunakan besi ukuran 10 (memanjang) dan 12 (melintang) untuk rigit dasar ketebalan hanya 5 cm dari minimal 10 cm yang seharusnya.

Edi Zulkarnaen Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tubaba menyebutkan bahwa pengerjaan jalan ini sangat tidak berkualitas bahkan jalan tersebut dianggap tidak akan bertahan lama karna kualitas pengerjaan mega proyek tersebut sangat minim.

“Proyek ini proyek bermasalah, bayangkan saja mulai dari camp sampai papan namanya saja tidak ada dan dalam pengerjaannya terkesan asal jadi mulai pasir yg digunakan merupakan pasir lokalan yang belum tentu sudah di uji laboratorium sedangkan komposisi coran batunya menggunakan batu 2/3 dari seharusnya batu ukuran ½,” katanya Kamis (19/10/2017).

Lebih jauh kata Edi pekerjaan ini seharusnya sudah masuk masa finishing dikarenakan target pengerjaan proyek jalan ini selama 5 bulan saja terhitung dari bulan Juni akan tetapi kenyataan di lapangan pengerjaan nya baru 50%. Bahkan diduga dikerjakan tidak sesuai dengan mekanisme semestinya.

“Seharusnya BES B dilakukan dengan cara pemadatan terlebih dahulu namun yang diketahui dilapangan ditemukan tidak di lakukan pemadatan. Sementara itu pengecoran L si seharusnya dikeringkan selama 25 hari baru dilakukan pengecoran Rigit. Itu ketentuan mekanisme sebenarnya,” ujarnya.

Sementara Anca salah satu konsultan pengawas ketika di hubungi via selularnya, enggan memberikan keterangan terhadap awak media dirinya justru meminta puhak media untuk menghubungi dinas terkait yang dalam hal ini dinas pekerjaan umum provinsi lampung, dirinya mengaku proyek jalan Penumangan Baru – Unit 6 bernilai sekitar Rp 16 milyar lebih ini diawasi oleh PPK atas nama Budi Setiawan dan PPATK sigit.

Sedangkan dilain pihak, Fauzi Hasan selaku Wakil Bupati Tubaba mengatakan, persoalan pembuatan jalan rigit beton ruas jalan Penumangan Baru-Unit 6 Kecamatan Tulang Bawang Tengah yang mendapat kritikan keras seluruh masayarakat. Namun demikian dirinya mengaku belum dapat berkomentar apa-apa karena belum pernah melakukan croschek langsung ke lokasi pengerjaan jalan tersebut.”

“Saya belum pernah croscek ke lokasi jalan yang di maksud nanti saya akan hubungi Kadis PUPR Tubaba untuk segera turun kelapangan,” katanya saat dihubungi melalui via telpon. (t1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here