Melalui Aksi Bersama Mesuji, Sulfakar Buka Workshop Percepatan Penurunan Stunting 2022

Rembuk Aksi percepatan penurunan stunting Kabupaten Mesuji 2022, melalui aksi bersama Mesuji untuk Lampung Berjaya, Indonesia Emas 2045

BandarLampung – Rembuk Aksi percepatan penurunan stunting Kabupaten Mesuji tahun 2022, melalui aksi bersama Mesuji untuk Lampung Berjaya, Indonesia Emas 2045. Pemkab Mesuji adakan workshop di Ball room Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Senin (13/06/22).

Nampak dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh, Pj Bupati Mesuji Drs. Sulpakar,. M.M, Ketua DPRD Mesuji hj. Elfianah, Sekda Mesuji Syamsuddin, S.Sos, Dandim 0426 Tulang Bawang, Kapolres Mesuji yang di wakili, OPD, 25 kepala desa se-Mesuji, ketua IDI Mesuji, Ketua tim penggerak PKK Mesuji, ketua IBI Mesuji, Camat se-Mesuji, kepala kantor kementrian agama mesuji, kepala badan startistik Mesuji, kepala puskesmas se-Mesuji, koordinator lapangan PKB/PLKB se-Mesuji, ketua perhimpunan ahli Gizi Mesuji, Satgas stunting Provinsi Lampung perwakilan Mesuji, Tenaga Ahli Pendamping desa.

Konvergensi ini dikuatkan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan pada tingkat Kabupaten, Kecamatan, sampai tingkat Desa. Untuk mengakselerasi upaya tersebut, Kabupaten Mesuji juga telah menerbitkan Peraturan Bupati Mesuji Nomor 31 Tahun 2019 Tentang Penurunan Stunting dan mengeluarkan Keputusan Bupati Mesuji Nomor B/142/1.02/HK/MSJ/2022 tentang Penetapan Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2022, hal ini sebagai bentuk Komitmen Pemerintah Kabupaten Mesuji dalam Penurunan Angka Stunting.

“Rembuk Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan Pemerintah Daerah Mesuji untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara Perangkat Daerah Pengampu layanan dengan sektor/lembaga dan Masyarakat,”Jelas Sulfakar dalam sambutannya.

Kedepannya Sulfakar meminta kepada seluruh elemen agar dapat bekerja sama dalam percepatan program ini.

“Saya berharap kepada DPRD Mesuji, Polres Mesuji, Kodim 0426 tulang bawang, OPD, Kepala desa se-Mesuji serta unsur lainnya, dan meminta dukungan berupa komitmen bersama untuk percepatan dan pencegahan stunting oleh pihak-pihak terkait. Mengenai stunting agar terciptanya sinergitas dalam upaya percepatan dan pencegahan Penurunan Stunting ini,” ucapnya.

Mengingat pentingnya stunting untuk dilakukan, karena stunting merupakan suatu kondisi kesehatan yang dapat mengancam kualitas Sumber daya Manusia (SDM) di setiap Negara, dan hal ini bisa kita cegah mulai dari Remaja, PraNikah dan Ibu Hamil, Secara efektif, suatu perubahan hampir tidak mungkin tanpa adanya kaloborasi dan kerjasama, oleh sebab itulah workshop ini di selenggarakan.

 

“Saya sebagai Penjabat Bupati Mesuji mengajak kepada semua pihak terkait penurunan angka stunting di Kabupaten Mesuji, agar dapat meneguhkan komitmen dan senantiasa berupaya menurunkan angka stunting ini. Semoga Target yang kita rencanakan dalam rangka Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Mesuji dapat tercapai, sehingga Kualitas Sumberdaya Manusia Kabupaten Mesuji dapat lebih baik, “Ujarnya. (Adv)