Mellya Korban KDRT Anak Tirinya Tolak Perdamaian

Sumaterapost.co – Persidangan perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan anak kepada ibu tiri kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA, Tanjungkarang, Selasa (24/10). Mellya menjadi korban kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh anak tirinya, Afrinia Romadini (29) dan Ade Neisya Tiarani (25), yang menjadi terdakwa.
Dalam persidangan tersebut, Hakim Ketua Nirmala Dewita menanyakan apakah pernah ada perdamaian, Mellya menjawab antara kedua pihak belum pernah ada upaya perdamaian. Dari keterangan Mellya tersebut, Hakim Ketua Nirmala mengaku prihatin atas kasus tersebut.
Padahal, kata dia, tidak seharusnya konflik keluarga berujung di pengadilan yang berbuntut pemidanaan. Bahkan, di persidangan kemarin, Ketua Majelis Hakim sempat memediasi keduanya. “Kalian kan punya hubungan keluarga. Bagaimanapun mereka adalah anak meskipun anak tiri. Mau memaafkan dia?” tanya Hakim Ketua Nirmala kepada Mellya.
Hakim Nirmala selanjutnya menanyakan kepada Mellya apakah dirinya juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut, karena menurut majelis perkara tersebut terjadi saling memukul. Mellya pun mengiyakan dirinya juga ditetapkan tersangka atas laporan kedua anak tirinya.
Hakim kemudian meminta kepada Mellya untuk memikirkan kembali apabila perdamaian tidak terlaksana, berujung ke penjara. “Bagaimana terdakwa kalau berdamai sekarang? Yang sudah terjadi sudahlah terjadi, sekarang coba saling memaafkan,” kata Nirmala lagi.
Di situ Mellya berkukuh enggan berdamai. Ia beralasan dirinya sudah memikirkan apa yang terjadi sejak ia melaporkan. “Tidak, Yang Mulia. Saya sudah terlalu sakit hati,” kata Mellya.
Hal yang berbeda dikatakan Ade Nesiya Tiarani yang menjawab pertanyaan Majelis Hakim. Ade mengatakan sudah ada upaya perdamaian sebelum perkara bergulir di persidangan. Namun, upaya perdamaian tidak tercapai. Dalam persidangan tersebut, Jaksa dari Kejaksaan Negeri Bandarlampung Adi Wibowo juga menghadirkan empat saksi yaitu Mellya Afrina (38), Siti Rohmah (40), Ayu Harasepta (20), dan Eli (34).
Dalam persidangan tersebut, Jaksa Adi Wibowo mendakwa Afrinia dan Ade melanggar Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan serta Pasal 44 Ayat 1 UU Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. (dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here