Menatap Karya Seni Sejukkan Hati

0

SumateraPost.co, Medan-Menatap sebuah karya seni membuat suasana batin bagaikan di sebuah singgasana yang menyejukkan hati.

Paling tidak suasana itulah yang dinikmati para tamu undangan ketika menyaksikan tari Zapin dan tarian lainnya yang dipersembahkan santri Pesantren Modern Darul Ihsan, Hamparan Perak Deli Serdang, pekan lalu.

Gerak tangan dan rentak kaki diiringi musik sungguh mengasyikkan bagi para tamu. Tari Zapin memang sangat digemari oleh masyarakat pada umumnya.Betapa tidak, mendengar musik khas Zapin saja tak beranjak dari tempat duduk.

Zapin menurut Wikipedia berasal dari bahasa Arab yaitu “Zafn”. Artinya pergerakan cepat mengikuti pukulan gendang. Kesenian tari ini berasal dari Yaman. Ini merupakan khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh Arab.

Barangkali itulah tari Zapin salah satu judul tari sangat di senangi masyarakat Medan dan Sumut umumnya.Maka tak heran, setiap ada acara menyambut tamu ditampilkan Zapin disamping tari persembahan lainnya. Seperti terlihat pada acara syukuran dan resepsi pesta perkawinan putera dari HM Husni Mustafa,SE dan Hj Ariani Amra.

Bukan hanya itu, para penari juga menampilkan tarian “Habibi Ya Muhammad”. Tari ini tentu bernuansa religius termasuk syairnya yang didendangkan dalam bahasa Arab. Tari ini diiringi musik dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Menyaksikan tari Habibi bagaikan kita berada di padang pasir Saudi Arabia. Gerak dalam tari terlihat memang tidak begitu bervariasi. Hanya dua, tiga hingga 5 variasi gerak. Namun, menariknya tari ini terdengar lebih dominan suara musik dan gendang bertalu-talu.

Selain itu para penari dari pesantren Darul Ihsan itu juga menampilkan tari Sufi.Penarinya, beberapa pria. Gerak tangan dalam tari terlihat banyak ke atas. Tubuh penari meliuk-liuk dan kaki berjingkrak sambil berputar-putar mengikuti irama musik khas.

Tamu undangan juga menyaksikan tari persembahan makan sirih. Tari tradisional Riau (Melayu) ini sering dipentaskan dalam menyambut para tamu. Termasuk menyambut tamu negara.Melihat sajian tarian yang diiringi musik harmonis ini hati kita merasa gembira.

Beberapa saat penampilannya, salah serorang membawa kotak atau puan berisi sirih. Lalu sambil seirama dengan nada musik penari menyuguhkan sirih kepada tamu. Selanjutnya sirih juga diberikan kepada tamu lainnya.Ini pertanda bentuk penghormatan kepada tamu.

“Para penari telah menunjukkan kebolehannya di bidang seni tari. Kegiatan kesenian yang bernafaskan Islami ini telah masuk dalam ekstra kurikuler,” kata Anggota DPR RI, HM Husni Mustafa,SE yang juga pendiri Pesantren Darul Ihsan Hamparan Perak di sela acara tersebut.(bachtiar adamy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here