Mencecap Semangat Kebersamaan dari Film “Gugur Gunung”

Nonton bareng lintas agama film " Gugur Gunung" yang digelar Badra Santi Institute di Wihara Maha Bodhi, Semarang (21/2/2021) (Photo : Christian Saputro)

SumateraPost, Semarang – Puluhan anak muda lintas agama dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat menikmati tayangan film bertajuk : “Gugur Gunung” di Aula UP Pratolo Waluyo Soenyoto, Whara Maha Bodhi, Semarang, Minggu (21/2/21). Nonton bareng film ini digelar Badra Santi Institute didukung FKUB Jateng, Pelita, Gusdurian Semarang, dan Keluarga Budhayana Indonesia.

Sebelum film yang disutradarai Aditya Rohmanul Hidayat ditayangkan Bhante Samanera Santiphalo menyampaikan pengantar film “Gugur Gunung” ini diangkat bersumber dari sejarah panjang wihara 2500 Budha Jayanti yang diresmkan pada tahun 1959. . Dulu Wihara ini berfungsi sebagai Upsampada bhikku pertama di Indonesia sejak runtuhnya Wilwatikta

Peristiwa semangat gugur gunung (gotong royong) para umat budha dan warga masyarakat lintas agama dalam merawat untuk mengembalikan fungsi wW hara 2500 Budha inilah yang diusung dalam layar film. “Kisah semangat anak-anak muda lintas agama bergotong royong memugar petilasan Wihara 2500 Buddha Jayanti di Bukit Kasap, Semarang inilah yang difilmkan. “Di tengah situasi provokasi dan ujaran kebencian mengatasnamakan agama digunakan oleh oknum tertentu demi meraih tujuannya kehadiran film ini diharapkan bisa menjadi oase yang menyejukkan dan menebar semangat persatuan,” ujar Bhante Samanera.

Baca Juga :  Koramil 01/Sragen Laksanakan Karya Bakti Pembersihan Sungai Garuda

Kisah film “Gugur Gunung” yang naskahnya ditulis Mas’udhathul Rifah dengan pemeran utama Fitria Nur Umami, Phito Dipankhara dan Ratna Dewi Lestari ini diproduseri Gusti Ayu Rustiko ini diharapkan bisa sebagai pemantik dan membangkitkan kembali semangat gotong royong yang merupakan warisan leluhur pada kaum muda di tengah gegar budaya yang membuat manusia jadi individualistik.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jateng KH Taslim Syahlan usai nonton bareng ini menyampaikan apresiasi kepada tim film yang berhasil menyajikan tontonan yang edukatif. “Saya sangat terharu dan terkesan dengan pesan yang disampaikan film ini. Bisa menjadi tuntunan untuk semua kalangan untuk belajar nilai kerbersamaan dari film ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Bati Komsos Wonosegoro Pantau Kegiatan Vaksinasi Sinovac

KH Taslim Syahlan, mengaku bangga bahkan sempat membagikan flyer film “Gugur Gunung” ini kepada rekan-rekan FKUB di berbagai Provinsi lainnya. “Saya selain membagikan flyier ke rekan-rekan FKUB juga sempat mengirim ke Pak Gubuernur Ganjar Pranowo. Beliau merespon dengan acungan jempol dan gambar garuda bertuliskan NKRI dengan pesan buat thriller video untuk promosinya ” ujar KH Taslim Syahlan berkisah.

Senada dengan itu, Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Setiawan Budi, mengatakan, film ini mempunyai pesan yang sangat bagus untuk memangkitkan semangat kebersamaan dalam keberagaman. “Wihara 2500 Budha Jayanti ini tak hanya bisa dimanfaatkan umat Budha. Saya dan rekan-rekan dari Pelita pernah berkunjung ke Wihara ini . Kami juga bersepakat dan punya rencana akan menggunakan tempat ini berbagai kegiatan antara lain pertemuan-pertemuan,” ujar Romo panggilan karib Setiawan Budi,

Baca Juga :  Isolasi Mandiri Selesai Dilaksanakan, Babinsa Berharap Warga Disiplin Terapkan Protkes

Sementara itu, Bhikkhu Nyanasuryanadi Mahathera dalam sambutannya, menyampaikan kesan dan mengapresiasi film ini yang bisa hadir mengkomunikasian pentingnya kebersamaan dalam kehidupan. ‘Film ini bisa tampil natural . Walaupun dibuat dengan peralatan sederhana seadanya para pemain dari warga bisa menghasilkan karya yang bagus. Kalau peralatan bagus dan pemainnya bintang lakon yang biasa memainkan peran itu biasa. Film ini bisa membahasakan dan mengkomunikasikan makna “gugur gunung” alias gotong royong, ” ujar Bhante Nyanasuryana yang juga pengampu mata kuliah Komunikasi diberbagai perguruan tinggi ini.

Perlu ingat untuk yang belum menyaksikan film ini bisa mengulik akun Youtube Badra Santi Institute mulai 1 Maret 2021 Pukul 01.00 WIB. Jaga tanggal tayangnya. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here