Menjelajah dan Menikmati Semawis dari Rumah Aja

Ketua Boen Hian Tong berkisah tentang sejarah rumah budaya Rasa Dharma di Gang Pinggir, Pecinan, Semarang. (Photo Christian HC Saputro).

Teks dan Foto : Christian Heru Cahyo Saputro

Semarang – Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) pada Imlek 2572 gegara pandemi Covid -19 tak menggelar event Pasar Imlek Semawis seperti biasanya. diadakannya Pasar Imlek Semawis pada 2005, menyusul diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia.Tetapi sebagai gantinya audiens bisa menjelajah dan menikmati Pecinan Semarang dengan nuansa yang khas, kaya, dan tak ada duanya di dunia yang biasa diakses di akun youtube “Kopi Semawis 2021”.

Menikmati Kopi di Rumah Kopi Dharma Boutique Roastery di Wot Gandul, Pecinan, Semarang. (Christian HC Saputro)

Ketua Kopi Semawis, Harjanto Halim, mengatakan, sebagai gantinya audiens bisa meninkmati video klip bertajuk : “Aku Semawis”. Diharapkan Imlek 2572 Tahun Kerbau Logam ini dapat dinikmati di rumah dengan meriah bersama keluarga inti.

Penggiat Heritage Widya Widjajanti sebagai pengarah berkolaborasi dengan Edo Leonard dan Teguh bekerja sama dengan komponis Iwan dan penyanyi-penyanyi dari sekolah Karangturi, didukung pak Harsono Enggalhardjo, Saniharto mewujudkan video klip “Aku Semawis”.

Transaksi kultural di Pasar Gang Baru, Pecinan, Semarang (Christian HC Saputro)

Dalam balutan ilustrasi lagu bertajuk: “Tian Mi Mi” (AKU SEMAWIS) yang liriknya ditulis Harjanto Halim yang isinya memotret pernak-pernik kehidupan kawasan Pecinan Semarang. Video klip berduarasi detik ini mengeksplore kawasan Pecinan bisa disaksikan kegiatan di Klenteng Tay Kak Sie, pembutan bongpay, rumah kertas, dan kulineran khas Pecinan antara lain; nasi ayam bu Pini, , Lumpia Gang Lombok, warung Bakmi, penjuan bolang-baling dan lainnya.Dalam video ini juga bisa disaksikan kesibukan Pecinan salah satu pusat niaga di Semarang, ada pabrik kecap, rumah kopi juga pemandangan hiruk pikuk Pasar Gang Baru yang khas yang ada sejak jaman Belanda.

Baca Juga :  Harry Suryo Taja Pameran Tunggal “TEROPONG HARRY”

Di Pasar Gang Baru ini tak hanya transaksi ekonomi yang terjadi, tetapi juga transaksi kultural. Di pasar inilah mulai ditemukan sejatnya i asimilasi. Pasar ini semula hanyalah pasar krempyeng ini para pembeli bisa mendapatkan barang terbaik. Komoditas yang berkualitas bisa ditemukan di pasar ini, tentunya dengan harga yang juga sepadan.

Pasar Gang baru, selain menyediakan kebutuhan keseharian seperti; sembako, pakaian, juga pernik-pernik peralatan sembahyangan , pernik-pernik lamaran untuk kaum Tionghoa. Di sudut lain makanan tradisional tionghoa seperti; kue ku , cak we, moho, bacang bersanding dan berbaur dengan kue rangi, cucur, bikang dan getuk.Pasar Gang Baru ini betul-betul pasar multikultur. Pedagangnya dari berbagai etnis termasuk orang Tionghoa berbaur. Pasar seperti ini sulit ditemukan di tempat lain

Baca Juga :  Harry Suryo Taja Pameran Tunggal “TEROPONG HARRY”

Di Pasar ini toleransi berjalan tanpa terasa terus bertumbuhkembang. Saling pengertian dan saling menghormati makin menyuburkan tali silaturahmi dan toleransi. Perbedaan suku, ras, agama, tak lagi jadi persoalan disini.

Simak saya lagu: “Tian Mi Mi” (AKU SEMAWIS), yang sarat dan penuh toleransi yang merupakan refleksi potret kehidupan Pecinan Semarang keseharian yang harmonis.

Bolang-baling,

Lunpia, nasi ayam

Ada di Pecinan Semarang

Datanglah mampir

Es conglik

Soto nasi langgi

Nasgor babat dan kembang tahu

Ayolah dicoba

Semawis…

Klenteng Tay Kak Sie dan Gang Baru

S’lalu di hati dan dirindu

Long Chuan, Long Chuan

Baca Juga :  Harry Suryo Taja Pameran Tunggal “TEROPONG HARRY”

Long Chuan, San Bao Lung

Semawis

Beragam budaya

Beda etnis, beda agama

Rukun berdampingan

Semawis

Indonesia mini

Perbedaan itu anugrah

Aku Semawis

Wo ai San Bao Lung

Menurut Harjanto Halim yang juga Ketua Perkumpulan Boen Hiantong Pasar Imlek Semawis yang digelar pada 2005, menyusul diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia. Kemudian menginspirasi dan ditindaklanjuti dengan Pasar Semawis atau Pasar Malam Semawis atau dikenal juga sebagai Waroeng Semawis.

Pasar yang digelar di sepanjang gang warung setiap akhir pekan ini merupakan arena pasar malam yang menjual berbagai jenis kuliner serta oleh-oleh khas Semarang jalan Gang Warung. Lahirnya pusat kulineran ini digagas oleh perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) ini sebagai bentuk revitalisasi untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua Semarang. Kawasan Pecinan merupakan cikal bakal Kota Semarang modern. . Pusat jajanan terpanjang di Semarang ini digelar mulai pukul 6 sore hingga tengah malam. (CHCS)

3 KOMENTAR

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165A titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165A titik com paling best ya guys…Click Disini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here