Meski Kalah, PT Kempoeng Kurma Akan Tetap Upayakan Hak 1600 Konsumen

SumateraPost, Bogor – Meski, PT Kampoeng Kurma Jonggol (KKJ) kalah dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, dalam Perkara Nomor: 231/Pdt.Sus/PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst atas pemohon, Topan Manusama dan Dwi Ramdhini.

Namun PT Kampoeng Kurma tetapkan akan tetap mengusahakan 1600 konsumen, yang telah menunggu sekian lama untuk mendapatkan hak mereka.

“Kita hargai putusan pengadilan Niaga. Hanya saja, PT Kampoeng Kurma akan mengupayakan nasib 1600 konsumen,” kata Ny Lilis Aryani Dalimunthe pada Sumatera Post di Kantornya Kamis (10/9/2020) siang.

Lilis menegaskan, apapun putus Pengadilan Niaga PT Kampoeng Kurma Jonggol, m akan terus berupaya memperjuangkan hak mereka sebagai pembeli. Karena mereka sudah menunggu sekian tahun untuk mendapatkan hak kepemilikan atas lahan tersebut.

“Dalam putusan itu, PT Kampoeng Kurma Jonggol dinyatakan kalah dalam persidangan tersebut. Tapi manajemen PT Kampoeng Kurma Jonggol akan terus mencari terobosan untuk membela para konsumen,” kata Lilis.

Menurut Lilis, gugatan dua orang tidak sepenuhnya mewakili 1600 konsumen. “Saya tidak mengerti penggugat yang berjumlah dua orang sempat dikalahkan dalam putusan sebelumnya. Kini mereka membuat gugatan yang sama,” ungkap Lilis.

Amar putusan majelis hakim, agar termohon PT Kampoeng Jonggol melakukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU-S) selama empat puluh lima hari terhitung sejak perkara diputuskan.

Lilis Dalimunthe selaku legalitas aset PT Kampoeng Kurma mengatakan, sebagai warga negara yang baik, mereka siap mengikuti putusan pengadilan.

Lilis mengaku, pihaknya sedang bekerja di lapangan, untuk memenuhi semua kewajiban, guna menjamin hak para pemohon.

Dikatakan, perkara yang di putus tanggal 8/9/2020 kemarin, merupakan putusan kedua kalinya, dimana pada putusan sebelumnya, PT Kampoeng Kurma dinyatakan menang dalam putusan. Namun kalah di putusan kedua.

Untuk itu, Lilis meminta pertimbangan dan kebijakan majelis hakim, karena pengurukan lahan yang sedang berlangsung membutuhkan waktu. “Saya mohon pertimbangan dan kebijakan pak hakim,”ujarnya.

Diketahui, permohonan PKPU terhadap Kavling Kampoeng Kurma Joggol yang dikelola oleh PT Kampoeng Kurma Jonggol diajukan oleh dua orang konsumen yakni, Topan Manusama dan Dwi Ramdhini.

Kedua pemohon telah membeli dua kavling tanah seharga masing-masing Rp78.500.000,(tujuh puluh delapan juta lima ratus ribu) dan telah dibayar lunas. Namun gagal serah terima oleh PT Kampoeng Kurma Jonggol.

Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, mengangkat tiga orang pengurus yakni, Fransiscus Xaverius Wendhy Ricardo Pandiangan, S.H, Delight Chyril, S.H dan Eclund Valery, S.H., M.H.Li, M.M. Ketiganya terdafar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here