Meski Pandemi, PKBM Insan Mandiri Belajar Sistem Daring

SumateraPost, Bogor – Meski Corona proses belajar mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Mandiri Tajur, Bogor Selatan terpaksa mengikuti pembelajaran dengan sistem Dalam Jaringan atau Daring.

Direktur PKBM Insan Mandiri, Abdul Kholiq, langkah pembelajaran dengan sistem Daring ini merupakan salah satu solusi untuk tetap terlaksananya kegiatan belajar mengajar bagi para wajib belajar

“Terpaksa kami harus melakukan kegiatan pembelajaran PKBM dengan sistem Daring, sesuai arahan Pemerintah. Meski, tingkat partisipasi masyarakat dengan sistem Daring ini, dirasakan sangat rendah, karena keterbatasan peralatan. Ya sekitar 70 persen yang antusias mengikuti pembelajaran dengan sitem Daring” kata Abd Kholiq pada Sumatera Post, usa Sholat Jumat (13/11/2020)

“Kita berikan solusi yakni belajar pakai modul dan buku buku pelajaran untuk dibawa dan dipelajari dirumah, agar saat ujian nanti, para wajib belajar memiliki pengetahuan tentang pelajaran yang diujikan” tegas Kholiq.

Kholiq menegaskan, sekitar dua ribu lebih wajib belajar dari berbagai tingkatan yang tercatat di Dapodik Dinas Pendidikan Kota Bogor, mereka diberikan pilihan waktu pembelajaran disesuaikan dengan kesempatan mereka.

“Jika sempatnya siang, maka waktu belajarnya siang, tetapi jika sempatnya malam, maka kita juga berikan waktu pembelajarannya malam, sesuai dengan waktu yang mereka miliki” ujarnya.

Abd Kholiq menjelaskan, PKBM Insan Mandiri memiliki sedikitnya 24 Kelompok Belajar atau Pokjar dibeberapa wilayah. “Kami membuka Pokjar disana, tetapi jika di daerah itu tidak ada PKBM maka kami akan membuka pokjar atau cabang di daerah itu” katanya.

Saat ditanya mengenai perhatian Pemerintah terhadap penyelenggaraan PKBM, menurut Kholiq perhatiannya sudah cukup baik. Peran Pemerintah dalam membantu penyelenggaraan PKBM cukup baik. Karena kami dapat bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) setiap tahunnya sehingga baik proses penunjang pembelajarannya.

Pembayaran honor para tutor yang jumlahnya 175 orang, pembelian buku buku pelajaran maupun berbagai kegiatan ujian hingga bisa berjalan dengan baik” tegasnya.

Kholik mengajak untuk turut bergabung dengan PKBM binaanya mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikannya “Silakan bagi warga masyarakat yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan,” katanya. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here