Minggu Malam, BWCF Gelar Meditasi Bulan Purnama

SumateraPost – Meditasi Bulan Purnama, Minggu (25/4) dimulai pukul 20.15 sampai 21.45, mengusung tajuk “Tadarus Puisi Rumi”.

Selain penyair Lampung, Isbedy Stiawan ZS yang membaca 4 puisi karya Jalaluddin Rumi, juga menampilkan musik Gaung Genta komponis Epi Maritson, dan senandung vokal meditatif dari penyanyi opera Diatra Zulaika (Jerman), meditator Sister Mona, dengan pembawa acara Debra H. Yatim.

Pengisi acara bersama panitia tadi malam melakuka gladiresik melalui zoom. Hadir pada acara GR ini adalah Seno Joko Suyono, Yessy, Rahmayeni, Mawar, Yudhi, Ariwaw, selain penampil.

Baca Juga :  Peringati Tragedi Mei ‘98, BHT Lakukan Peletakan "Sinci Ita" dan Rujak Pare Sambel Kecombrang

Seno dalam bincang-bincang, menjelaskan, kegiatan ini untuk menyatukan komunitas-komunitas meditasi yang ada.

“Selama ini, belum ada komunuitas meditasi bisa menyatu dalam satu kegiatan,” katanya.

Karena itu, ia Seno berharap, Meditasi Bulan Purnama (MBP) yang dijadwal setiap bula sekali ini bisa bersinambung dan diminati banyak orang.

“Jadi setiap usai acara mesti ada evaluasi untuk perbaikan di bulan berikutnya,” kata pegiat Borobudur Writers & Culture Festival (BWCF) sekaligus pelaksana bekerjasama dengan Komunitas Yoga Patanjali, Dialogue Positive dan Brahma Kumaris World Spiritual University.

Baca Juga :  Peringati Tragedi Mei ‘98, BHT Lakukan Peletakan "Sinci Ita" dan Rujak Pare Sambel Kecombrang

Pada kesempatan Minggu malam, penyair berjuluk Paus Sastra Lampung, Isbedy Stiawan ZS, akan membaca 4 puisi karya Jalaluddin Rumi dari terjemahan Abdul Hadi WM.

Via Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/87857843272?pwd=eTZFdFlXQUhhbXFhQUYwUlRQNXB4QT09

ID: 878 5784 3272
Passcode: MBP

Meditasi Bersama ini terbuka umum dan tanpa biaya.

Informasi tentang MBP ini dapat menghubungi: Mawar ( 0816 1997275), Seno (0815 19124920), Rahma (0821 42927578), Yudhi (0811 1012830).

Baca Juga :  Peringati Tragedi Mei ‘98, BHT Lakukan Peletakan "Sinci Ita" dan Rujak Pare Sambel Kecombrang

Terpisah, Isbedy merasa terhormat atan undangan tampil di acara bergengsi ini. Dirinya menyiapkan 4 puisi Rumi. Diawali dengan puisi dari kisah Raja Sulaiman Zulaikha.

Demikian baris awal puisi Rumi tersebut, yang dibacakan pada geladi resik malam tadi:

Raja telah datang, raja telah datang; potong jari-jarimu, puji si tampan dari Kana’an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here