Minibus Ringsek Tertabrak Kereta Api, Pengemudinya Nyaris Tewas

SumateraPost, Binjai – Seorang pria nyaris tewas setelah mobil minibus yang dikemudikannya ringsek berat, akibat tertabrak Kereta Api Sri Lelawangsa jurusan Medan-Binjai di Pintu Perlintasan Jalan Ikan Kakap, Kota Binjai, Kamis (07/01/2021) siang.

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, mengatakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekira pukul 11.45 wib, tepat di Pintu Perlintasan Kereta Api Simpang Turiam, Kelurahan Tanahtinggi, Kecamatan Binjai Timur,

Baca Juga :  DPRD Karo Gelar Sidang Paripurna Penetapan Bupati dan Wabup Terpilih

Insiden itu sendiri melibatkan Kereta Api Sri Lelawangsa dikemudikan Masinis Dedi Eko Pranoto kontra Mobil Minibus Toyota Avanza hitam BK 1864 ID dikemudikan Zurnal Hutabarat (59), seorang aparatur sipil negara (ASN) warga Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

“Saat ini kasus tersebut telah ditangani personel Unit Laka Satlantas Polres Binjai,” ungkap Siswanto.

Dikatakannya, sebelum insiden tabrakan itu terjadi, Mobil Minibus Toyota Avanza yang dikemudikan Zurnal Hutabarat diketahui melaju pelan dari arah Jalan Sisingamangaraja atau Jalan Perjuangan menuju Jalan Soekarno-Hatta.

Baca Juga :  Bupati Ashari Tambunan Peletakan Batu Pertama Pembanguna Asrama Putra Pesantren Mawaridussalam

Nahas, sesaat setelah melintasi rel, kendaraan roda empat tersebut justru tertabrak Kereta Api Sri lelawangsa yang melaju kencang dari arah Kota Binjai menuju Kota Medan.

Akibat tabrakan itu, Mobil Minibus Toyota Avanza mengalami ringsek berat, setelah terseret dan terhempas beberapa meter. Kerusakan ringan juga terjadi pada beberapa bagian badan Kereta Api Sri Lelawangsa.

Baca Juga :  Beranda Sumatera Taja Diskusi “Membaca Limas”

Beruntung si pengemudi mobil berhasil selamat meskipun tangan kirinya terkilir. Sebaliknya, nilai kerugian marerial akibat kerusakan yang terjadi ditaksir mencapai lebih dari Rp 30 juta.

“Berdasarkan hasil lidik sementara dan keterangan dari para saksi mata di lokasi kejadian, diduga peristiwa ini disebabkan faktor teknis, karena tidak berfungsinya rambu dan pintu perlintasan kereta api,” terang Siswanto. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here