MKF – MNI Aceh, Pertanyakan Pemekaran  Kebutuhan atau Kepentingan

SumateraPost.co, Aceh Timur – Akhir-akhir ini mencuat kembali isu dan usaha-usaha berbagai elemen untuk pemekaran wilayah baik itu Propinsi maupun Kabupaten sedang gencarnya di Provinsi Aceh, telah tumbuh beberapa wacana dan aspirasi masyarakat untuk mendirikan daerah baru hal ini dapat didasari atas kondisi alam dan ekonomi juga keadaan sosial masyarakat.  

Alasan paling mengemuka dalam wacana pemekaran daerah adalah sejalan dengan semangat otonomi daerah; beberapa daerah dianggap memiliki wilayah terlalu luas sehingga diperlukan upaya untuk memudahkan pelayanan administrasi dan pemangkasan birokrasi sesuatu hal wahar dan positif.

Namun demikian, ada yang berpendapat bahwa rencana pembentukan Kabupaten baru hanya keinginan para elite demi jabatan dan kedudukan, bahkan pada perjalannya nanti, pihak yang terkesan mengembangkan wacana pemekaran Kabupaten, semisal Kabupaten Peureulak Raya dan Bandar Khalifah atau lainya di Wilayah Aceh Timur ini terkesan dipaksakan, sehingga membuat masyarakat jadi apatis dan curiga, timbul pertanyaan Ini kepentingan Siapa . .? Murnikah kepentingan masyarakat adakah jaminan dengan pemekaran ini kesejahteraan masyarakat meningkat, atau jangan-jangan kita akan menjadi pendatang baru pada daftar hitam kabupaten termiskin di Indonesia karena persiapan yang kurang matang,” Hal ini disampaikan Drs. Ridwan Hasan, Ketua Majelis Kehormatan Forum – Masyarakat Nusantara Indonesia  (MKF-MNI) Provinsi  Aceh ditemui di Sekretariat pada Media ini, Sabtu ,( 23 Januaru 2021).

Baca Juga :  Forkopimda Aceh Timur Suntik Vaksin Covid-19 Tahap Dua

Menurut Ridwan Hasan, berkembang kembalinya wacana Pemekaran oleh elemen masyarakat dalam pertemuan hari Sabtu, 23 Januari 2021 di Kecamatan Peureulak imformasi kami baca di media,  pihak kami MKF- MNI selaku organisasi masyarakat di Aceh yang kebetulan sekretariatnya di Aceh Timur belum mengetahui secara pasti hal tersebut.

Jadi wajar bila ini kita pertanyakan ” Pemekaran Kebutuhan atau Kepentingan” hemat kami  yang  dapat kami sampaikan agar dapat berjalan dengan baik dan menghindari hal tersebut, maka yang penting mensosialisasikan rencana pemekaran suatu keniscayaan ditengah-tengah masyarakat, demi terhindar timbul pro kontra yang dilematis, bahkan pembentukan panitia dan orang-orang yang terlibat didalamnya pun harus diketahui oleh masyarakat, sehingga apa yang diperjuangkan menjadi usaha bersama, kesatuan dan pemikiran menjadi kekuatan utama dalam memperjuangkan aspirasi pemekaran,” Ujar Ridwan Hasan yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga :  POLRES SIMEULUE” Tandatangani MoU Pengamanan Perusahaan Objek Vital Tahun 2021

Memang tidak segampang membalikkan telapak tangan menjadi daerah Kabupaten, karena itu perlu perjuangan panjang dan melelahkan. Untuk itu harus berjuang mulai dengan kebersamaan dan persiapan yang matang dan persepsi masyarakat tentang pemekaran harus disatukan, diperjuangkan secara bersama-sama pula “ bukan atas dasar kepentingan kelompok tertentu” inilah kritik dan koreksi dari sesama putra-putri dalam wilayah Pemekaran dimanapun berada,” Katanya.

Baca Juga :  Ratusan LSM dan Lembaga di Aceh Terima Dana Hibah Covid-19 Tahun 2020

Harapan selanjutnya, menurut Ketua MKF-MNI Aceh, libatkan Generasi Muda dan Mahasiswa serta dukungan para pemuka masyarakat, pengusaha dan seluruh stakeholder yang senantiasa akan mensupport untuk pelaksanaan kegiatan sosialisasi nantinya termasuk menggelar rapat akbar serta mempersiapkan Seminar Pemekaran Wilayah,  Dengan Seminar tersebut tentu akan lahir beberapa Rekomendasi sebagai tolok ukur dan progres kerja tim ke depan,” Harap Ridwan. (TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here