MKF – MNI  Terus Menggalang Persatuan  Anak  Bangsa Sebagai Modal Keutuhan NKRI

Sumatera Post.co, Aceh Timur – Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKF-MNI) adalah suatu organisasi massa yang merupakan sebuah wadah tempat pengembangan jiwa sosial generasi muda, tumbuh atas kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

Tegaknya Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Adalah Fokus  MKF – MNI Aceh  dalam giat pembinaan  dan pemberdayaan masyarakat khususnya generasi muda yang bergerak pada bidang-bidang kesejahteraan sosial diantaranya bidang pendidikan, kebudayaan dan lingkungan.

Dalam proses pembangunan nasional, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen pembaharuan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat UUD Negara Republik Indonesia ,” Hal ini dijelaskan Ketua .MKF – MNI Aceh, Drs.Ridwan Hasan, Di Kantor Sekretariat Peureulak Barat  Aceh Timur, Jumat ( 20 November 2020).

Dalam arahanya di hadapan para pengurus FKF – MNI, saat rapat internal, Ianya juga menjelaskan, Berdasarkan UU Nomor : 40 tahun 2009, bahwa organisasi Kepemudaan dibentuk oleh pemuda dan berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan. Tapi disayangkan hal tersebut sudah jauh dari harapan, para pemuda dewasa ini telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal wawasan kebangsaan dan patriotisme (cinta tanah air/Hubbul Wathan). Oleh karenanya dibutuhkan adanya pemikiran kembali dan penemuan kembali dalam pembangunan karakter bangsa bagi pemuda yang berwawasan kebangsaan dan patriotisme untuk menemukan kembali jati diri bangsa ,” Ujarnya.

Ridwan Menambahkan, Generasi muda adalah kekuatan sekaligus kebanggaan suatu umat dan negara. Untuk mengetahui nasib masa depan sebuah umat atau sebuah bangsa adalah dengan melihat generasi muda saat ini. Bila generasi mudanya baik, maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah baik. Sebaliknya bila generasi mudanya rusak maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah suram. Karena itu bila kita cermati gerakan anti Islam dalam menghancurkan sebuah bangsa dan umat terlebih dulu merusak generasi mudanya, ini yang sedang digalakkan melalui Peredaran Gelap Narkoba juga penyalahgunaan canggihnya teknolgi dengan Game Onlinnya. Bila generasi mudanya rusak maka untuk menghancurkan umat dan bangsa tersebut tidak perlu dengan kekuatan senjata dan angkatan perang. Inilah yang dipesankan oleh Napoleon Bonaparte, bahwa umat Islam tidak mungkin dilawan dengan kekuatan senjata, akan tetapi dengan cara “harbulfikri” (perang pemikiran).

Menyadari keberadaannya MKFMNI diharapkan mampu membekali diri dengan semangat dan memberikan pengabdian yang tulus tanpa pamrih untuk mensosialisasi dan upaya pencegahan dan/atau meminimalisir terjangkitnya hal-hal tersebut. Begitupun dari sisi kepribadian anggotanya, kami berharap simpatisan/aktivis MKFMNI juga harus memiliki kepribadian yang baik, terampil serta berpengetahuan. Setidaknya ada lima kelemahan yang harus kita hindari, yakni lemah harta, lemah fisik, lemah ilmu, lemah semangat hidup, dan yang sangat ditakutkan adalah lemah akhlak. 

Sesungguhnya kejayaan suatu bangsa terletak pada akhlak yang baik. Maka apabila akhlak bangsa itu rusak maka jatuhlah bangsa tersebut, jika lima kelemahan ini melekat pada generasi remaja dan pemuda kita, maka mereka bukanlah sebagai pelopor pembangunan melainkan sebagai virus pembangunan, penghambat pembangunan, bahkan penghancur pembangunan, demikian diucapkan Prof. Dr. BJ. Habibi.

Persaudaraan yang digagas oleh MKFMNI merupakan Kunci Keberhasilan Membangun Kemandirian, sebagai momentum kebangkitan para pemuda di tengah isu-isu radikalisme serta isu perpecahan bangsa yang belakangan ini terjadi juga memberikan support dan motivasi kepada masyarakat dan generasi muda untuk mengadakan evaluasi perbaikan-perbaikan di seluruh tatanan sosial, dimana persatuan bangsa sedang dicabik-cabik oleh kelompok tertentu, disinilah peran aktif MKFMNI harus mampu mempersatukan kembali anak bangsa untuk menjadikan MKFMNI tauladan. Dengan adanya tauladan itu akan menjadi MKFMNI harapan umat dan harapan bangsa.

Ibnu Katsir menjelaskan ciri-ciri pemuda adalah yang memiliki keimanan dan keyakinan yang teguh terhadap agamanya meskipun berada dibawah ancaman, gangguan, dan rintangan yang menghadangnya, pemuda harus memiliki standar moralitas, berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam perkataan. Seperti tergambar pada kisah Ash-habul Kahfi, dapatlah kita pahami bahwa Al-Qur’an selalu menempatkan pemuda pada makna yang positif. 

Atas dasar tersebut MKFMNI mengajak masyarakat menjadi partner pemerintah dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Sesuai motto MKFMNI yakni “Di depan menjadi teladan, di tengah menjadi panutan, di belakang memajukan tujuan” yang memiliki tujuan membantu dan mendukung program pemerintahan yang sah, mengawal dan/atau menghantar visi misi Jokowi sampai dengan tahun 2024, dan siap menjadi mitra kerja TNI-POLRI, namun tetap kritis melihat masalah yang melanda masyarakat, dengan olah gagasan mencari solusi masalah tersebut serta bekerja bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat sehingga dapat dikatakan sebagai perekat kesatuan masyarakat. Ini penting di tengah masyarakat yang mengalami tantangan serius terhadap kemajemukan bangsa, dan MKFMNI harus tampil sebagai garda terdepan menjadi perekat bangsa, dengan kebersamaan tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. MKFMNI harus kreatif, Inovatif yang siap bekerja dan berkarya untuk kepentingan bangsa, dan berkomitmen “warna baju bukanlah masalah, harus dibedakan kontak politik dan organisasi sosial”. Bersatu dalam merealisasikan visi, misi MKFMNI dan satukan persepsi dalam mewujudkan lembaga yang disayangi disegani karena rasa kepedulian dan sosialnya, dan dihormati karena ketauladanannya, sehingga kehadiran MKFMNI menjadi “Rahmatan Lil Ummah” bukan dijauhi karena kesombongan, keangkuhan dan keegoannya,” terang Ridwan Hasan. (TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here