JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I menghadirkan momen kehangatan Idul Fitri lebih awal bagi ratusan perantau melalui program mudik bersama. Melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan secara serentak melepas keberangkatan pemudik dari dua titik utama, yakni Regional 7 di Bandarlampung dan Regional 5 di Surabaya, pada Selasa (17/3/2026).
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yuniarman Danas, menegaskan bahwa program bertajuk “Mudik Nyaman Bersama PTPN I” ini merupakan manifestasi dari nilai luhur BUMN untuk senantiasa hadir di tengah denyut nadi masyarakat. Ia memandang mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah misi kemanusiaan.
“Bagi kami di PTPN I, mudik bukan sekadar perpindahan raga dari satu kota ke kota lain. Ini adalah perjalanan emosional yang suci untuk kembali ke akar, mencium tangan orang tua, dan merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena jarak.
Kami ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siapa pun untuk merasakan kebahagiaan berkumpul di hari yang fitri,” tutur Teddy Yuniarman Danas dalam keterangan persnya di Jakarta.
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa sinergi antara Regional 7 dan Regional 5 merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah menciptakan arus mudik yang inklusif dan selamat. Dengan standar armada yang ketat, PTPN I berupaya mengonversi penggunaan kendaraan roda dua ke moda transportasi bus yang lebih aman.
“Kami menyediakan armada yang tidak hanya laik jalan, tetapi juga nyaman, agar para pemudik bisa menikmati perjalanan dengan tenang. Keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama kami dalam menghantarkan harapan masyarakat sampai ke pintu rumah mereka,” tambahnya.
Komitmen pusat tersebut diterjemahkan dengan apik di lapangan. Di Bandarlampung, suasana haru menyelimuti pelepasan 80 pemudik yang bertolak menuju Bandung dan Yogyakarta menggunakan bus eksekutif. Operation Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, menyebut program ini diprioritaskan bagi warga di sekitar wilayah operasional yang paling membutuhkan bantuan.
Kisah haru datang dari Ahmad Baihaqi, seorang pengemudi ojek daring yang sempat pasrah tidak bisa pulang ke Semarang karena terkendala biaya. “Alhamdulillah, bantuan ini seperti jawaban atas doa keluarga kami yang sudah rindu kampung halaman,” ungkapnya saat bersiap di titik keberangkatan.
Semangat yang sama juga berdenyut di Surabaya. PTPN I Regional 5 menerjunkan 15 unit bus untuk mengantar sekitar 600 pemudik menuju berbagai kota di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Tak sekadar transportasi, Regional Head PTPN I Regional 5, Subagio, memberikan sentuhan layanan ekstra berupa pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek gula darah dan kolesterol, sebelum bus berangkat.
“Kami ingin memastikan mereka sampai di tujuan dalam kondisi bugar untuk menyambut Lebaran,” jelas Subagio.
Langkah masif PTPN I di Sumatera dan Jawa ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan terus bertransformasi memberikan dampak sosial positif yang berkelanjutan. Selain mendukung arahan Kementerian BUMN dalam menekan angka kecelakaan jalan raya, program ini menjadi simbol harmonisasi antara korporasi dan masyarakat.
Melalui program ini, PTPN I membuktikan bahwa peran mereka melampaui pengelolaan komoditas perkebunan; mereka juga turut mengelola harapan dan mengantarkan kebahagiaan bagi masyarakat untuk merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian. (*)




