MUI Binjai: Suntik Vaksin Covid-19 Tak Batalkan Puasa

SumateraPost, Binjai – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai menyatakan penyuntikan vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tidak membatakan ibadah puasa Ramadan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Binjai, DR HM Jamil Siahaan, melalui Ketua Komisi Fatwa, H Zulkarnain Asri Lc MA, saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (06/04/2021) pagi.

“Sesuai fatwa MUI Pusat, masalah suntik vaksin Covid-19 saat puasa Ramadan, hal itu tidak membatalkan puasa kita,” ungkapnya, didampingi Sekretaris dan Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Binjai, H Armaya Azmi MHI dan H Zainul Bahri.

Baca Juga :  Kapolres AKBP Yustinus: 521 Personil Rikkes dari Biddokkes Polda Sumut

Zulkarnain menyebut, penyuntikan vaksin diperbolehkan saat puasa dikarenakan tindakan tersebut bersifat injeksi dan dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pengobatan.

Apalagi menurutnya, cairan vaksin dimasukan ke dalam tubuh melalui pori-pori, bukan melalui lubang tubuh yang lumrah untuk memasukan makanan dan minuman, ataupun benda dan zat lainnya yang dapat membatalkan puasa.

“Tapi sebelum disuntik vaksin, mohon dicek dulu kesehatan kita. Kalau memang komdisi tubuh kita sedang tidak fit, lebih baik jangan. Lebih baik lagi menjalani suntik vaksin Covid-19 pada saat malam hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Laporkan Jurnalis Ke Polres, Oknum Kades Menuai Kecaman Karena Dianggap Tidak Paham UU Pers

Secara khusus Zulkarnain menyatakan, vaksin Covid-19 jenis Sinovac hukumnya halal dan aman untuk digunakan. Hal ini berpedoman pada Fatwa MUI Nomor: 02 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero).

Sebaliknya, untuk vaksin Covid-19 jenis Astra Zeneca hukumnya haram. Namun vaksin ini tetap dapat digunakan saat kondisi darurat, yakni ketika vaksin yang halal tidak lagi tersedia, atau karena suatu pertimbangan tertentu.

Baca Juga :  Simulasi Kebakaran Hutan dan Bencana Alam, Brimob Batalyon C Sumut Ditapanuli Selatan

“Pada dasarnya, kita dari MUI Kota Binjai sepenuhnya mengikuti keputusan MUI Pusat. Apalagi kita ketahui bersama, MUI Pusat memiliki lebih banyak ahli, serta sarana dan prasarana yang lengkap dan canggih,” seru Zulkarnain. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here