Muncul Klaster Sekolah, Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan

SEMARANG SumateraPost.co – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Tengah sudah dihentikan selama dua hari ini. Hal itu menyusul adanya temuan kasus pelajar yang terpapar COVID-19.

“Kemarin saya dilapori di SMK Jateng ada yang terpapar terus kemudian saya cek penularan dari mana. Ternyata ada dari gurunya. Sudah kita tutup dan saya suruh untuk tes semuanya. Kita minta untuk uji coba kita tutup semuanya, sudah dua hari ini,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat ditemui di Rumah Dinas Puri Gedeh, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga :  Terus Jalin Sinergitas Wilayah, Babinsa Koramil 14/Slawi Komsos dengan Warga

Munculnya klaster sekolah itu menjadi peringatan agar semua pihak tetap berhati-hati dan waspada. Ganjar juga meminta kepada seluruh sekolah, termasuk boarding school yang tidak di bawah pengelolaan Pemprov Jateng agar melakukan tes kepada seluruh pelajar.

“Bayangkan yang sudah kita siapkan saja, mereka berasrama, mereka tidak keluar, itu saja bisa tertular, (penularan) itu ternyata dari orang yang keluar-masuk. Maka kita memang hati-hati betul,” katanya.

Baca Juga :  Selama PPKM di Kota Tegal, Pedagang Dihimbau Mematuhi Jam Operasional

Terkait rencana penerapan PTM di bulan Januari 2021 mendatang, pihaknya masih menyiapkan dan mengevaluasi untuk mengurangi potensi penularan.

“Kemungkinan besar belum kalau melihat pertumbuhan seluruh dunia masih begini, apalagi yang ada di Jawa saja kayak gini. Lebih baik kita menyiapkan dan hati-hati soal ini,” jelas Ganjar.

Sebagai informasi, simulasi PTM memang diberlakukan di sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Sejumlah SMAN yang menggelar simulasi PTM sudah berhenti karena akan ada tes. Simulasi tinggal menyisakan beberapa sekolah yang masuk kategori boarding school. Namun begitu ada informasi pelajar yang terpapar COVID-19 maka Ganjar meminta semua ditutup.

Baca Juga :  Prajurit Kodim 0703 Cilacap Berlatih Tata Cara Apel dan Yel yel

“Begitu ada (yang terpapar) itu saya minta langsung tutup dan tidak ada lagi yang lain. Memang anak-anak ini OTG semua tetapi kita tidak berani untuk kemudian kita meneruskan kalau nanti tidak ada evaluasinya,” pungkasnya.(hms/sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here