Sumaterapost.co | Tanah Karo – Sumpah Pemuda jatuh pada 28 Oktober 2022 lalu, Diperingati dari Sabang sampai Merauke diisi dengan berbagai kegiatan, SMA Hang Tuah Jakarta yang berada di jalan Ciledug Raya, RW.11, Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12230, Ikut serta merayakan sumpah pemuda dengan berbagai perlombaan, Minggu, (30/10/2022).
Bertemakan “Gaungkan Cinta Bahasa Dengan Karya Anak Bangsa” selaras dengan tema tersebut siswa -siswi SMA Hang Tuah 1 sanggat antusiasme mengikuti berbagai kegiatan khususnya lomba peragaan busana daerah.
Adapun yang menjadi pusat perhatian dari para siswa -siswi serta guru-guru yang antusias saat 18 peserta busana pakaian adat Nusantara memeragakan busana dari berbagai daerah, dengan kehadiran Meisca Anaya Beru Surbakti siswi kelas XI² IPS dengan pasangannya Efraim Tristan Prasetya, Yang dengan anggun mempesona melenggok menuju pentas mengenakan busana Adat Karo, dari Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Putri dari pasangan dari Anta Rysima Surbakti dan Ernawati Ginting Munte kelahiran 31 Mei 2006, saat dikonfirmasi kru Sumaterapost.co Mengatakan sangat bangga mengenakan Pakaian adat Karo di Lingkungan Sekolahnya Khususnya, Serta diakui Beru Surbakti tamatan tamatan SMPN 29 JAKARTA ini, Bahwasanya dirinya sangat ingin Adat dan Budaya Karo itu dikenal oleh banyak orang.
“Saya sanggat bangga mengenakan busana Adat Karo dalam peringatan Sumpah Pemuda, Dimana saya memaparkan kepada teman-teman, Seperti apa dan makna dibalik pakaian adat Karo,” ujarnya bersemangat dari Aplikasi messengernya.
Adapun dikatakan Naya Beru Surbakti, Dirinya lahir di Jakarta, Namun tidak membuatnya serta merta lupa akan adat budayanya, Dimana dalam keseharian kedua orangtuanya tetap menerapkan bahasa daerah Karo, Sebagai Putri Karo adalah salah satu tanggup jawab saya mencintai bahasa dan adat budaya daerah saya serta berkarya bagi Nusa.
“Walau saya lahir dan besar-besar di Ibu Kota, tidak membuat luntur kecintaan saya akan adat budaya Karo, Saya bangga menjadi Putri Karo, Dengan menjelaskan adat budaya Karo serta membawakan lirik lagu piso surut didepan Bapak Kepala Sekolah DRS.Hamidi,S.SOS, M.IKOM dan para guru serta teman-teman sekolah saya, adalah moment yang sangat luar biasa bagi saya,” Ujar Gadis Karo yang bercita-cita menjadi Hakim tersebut.
Diakhiri Naya Beru Surbakti dengan mengatakan, merasa sanggat puas dan bangga karna mendapatkan support dan motivasi dari wali kelas serta teman-teman nya, yang sanggat kagum dengan etnik busana Karo yang dikenakannya.
“Banggalah menjadi Orang Karo dimanapun kamu berada, Karna mencintai bahasa dan adat budayamu, adalah salah satu karyamu sebagai anak bangsa,”tutup Beru Surbakti bere ginting calon Hakim masa depan.
(Mawar Ginting)




