Nazaruddin dilaporkan ke Polda Lampung, ada apa ya?

Sumaterapost.co – terkait laporan Ketua DPD Hanura Lampung Benny Uzer kepada  wakilnya  Nazaruddin sebagai wakil ketua DPD Hanura Lampung ke polda, atas dugaan pencemaran nama baik, Senin, (8/7).
Hal ini berdasarkan Surat Tanda Terima Penerimaan Laporan (STTPL) nomor : STTPL/929/VII/2019/LPG/SPKT atas dugaan perkara pencemaran nama baik melalui media sosial di jalan Rasuna Said No 43, Teluk Betung Utara pada 20 Mei 2019 silam.
“Jadi Benny Uzer merasa dicemarkan nama baiknya melalui media sosial yang dikategorikan melalui ITE ke Polda Lampung,”kata  Bambang Hartono selaku kuasa hukum Benny Uzer saat konfrensi pers di Graha Jurnalis Polda Lampung.
Dalam pelaporan tersebut, ia mengaku dengan melampirkan beberapa dokumen termaksud hasil print out.
“Beberapa berita media online yang di print out dilampirkan menjadi bukti awal terjadinya dugaan pencemaran nama baik melalui IT, Pokoknya ada beberapa kata-kata tidak etis,” ucap kuasa hukum Benny.
Saat disinggung seperti apa kata-kata tidak etis tersebut, Bambang enggan untuk menjawab pertanyaan media,
“Bisa ditanyakan langsung ke penyelidik,”ungkapnya.
Menanggapi itu terlapor sekaligus Wakil Ketua DPD Hanura Lampung Nazaruddin merasa santai menanggapi pelaporan tersebut.
“Saya merasa enjoy aja. Karena, demi Allah saya merasa tidak  menyebarkan berita bohong untuk melakukan pencemaran nama baik orang lain. Nama baik yang mana,”tanya mantan Kapolres Mesuji ini.
Setiap masyarakat ataupun warga negara memiliki hak untuk melapor dan anggota polisi memiliki hak untuk menerima.
Kendati demikian, jika permasalahan itu yang dimunculkan, ia mengaku tidak merasa khawatir, karena Nazaruddin merasa tidak menyebarkan berita bohong.
“Apalagi yang kita takutkan, gak ada masalah. Jadi kalau media nanya, mungkin untuk mengcounter berita sebelumnya dengan menunjukan bahwa dia laporin saya nyebarin berita bohong,”ungkapnya.