Nekat Tanah Sengketa Dihuruk Buat Kapling .

Demak Sumaterapost.co – Marak berita di Medsos tanah sengketa Pengadilan Tata Usaha Negara PTUN nekat dihuruk buat rencana jual kapling .

Masih proses Hukum sengketa lahan di Desa Sumberejo Dukuh Prigi Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Jateng, masih dalam proses Pengadilan Tata Usaha Negara PTUN, 03/04/2021

Keluarga RK cucu dari mbah Sukijan selaku pemilik lahan tidak terima dengan pihak tergugat yang dengan sengaja mengurug lahan sawah yang jelas masih sengketa di PTUN Jateng.

Baca Juga :  Dandim 0715/Kendal Pimpin Sertijab Danramil Perwira Staf Dan Pindah Satuan

” Keluarga dari cucu mbah Sukijan mendatangi pihak pekerja di lahan persawahan, mereka meminta pekerjaan pengurukan sawah dihentikan karena tanah tersebut masih berstatus A Quo yang berarti kedua belah pihak tergugat dan penggugat tidak sama-sama memiliki .

” Juga lahan tanah sawah yang masih berstatus tanah hijau di alih fungsikan untuk tanah kapling hal ini sudah melanggar hukum sesuai aturan Badan Pertanahan Nasional,

Baca Juga :  Jangan Sampai Pudar, TNI Bersama Masyarakat Terapkan Budaya Gotong Royong

” Pihak keluarga RK mengatakan bahwa tanah mereka sudah dikuasai oleh pemborong kapling yang berinisial SF warga Bogorame Kecamatan Demak Kabupaten Demak.

“Cucu dari salah satu penggugat tanah sengketa yang berinisial NR mengatakan kepada pihak Media, kemana lagi saya meminta keadilan karena kami sekeluarga mendapat perlakuan semena-mena dan merasa didzolimi mantan Kepala Desa Sumberejo yang berinisial BSR yang sudah menjual dan menguasai lahan sawah tersebut.

Baca Juga :  Jalin Keakraban, Dandim 0703/Cilacap Gelar Acara Ngopi Bareng Dengan Insan Pers

” Tanah yang dikuasai oleh BSR dijual kepada saudara NZR , selanjutnya dijual lagi kepada saudara SF.

“Harapan kami , pihak keluarga penggugat memohon keadilan dari pemerintah, agar segera perkara sengketa tanah ini diproses hukum dan memberi keadilan yang seadil-adilnya kepada pihak keluarga kami , Jelasnya .

Pihak tergugat diduga sudah melakukan kedua kali dalam penguasaan tanah sengketa PTUN tersebut , pada tanggal 23.03.2012 dan 02.4.2021 di Medsos.
( Windi Tarso Tin )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here