NGI dan UKSW Taja Webinar “Bincang Redaksi 21 – 280 Tahun Geger Pacinan”

SumateraPost – National Geographic Indonesia (NGI) dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bekerjasama menggelar Webinar bertajuk : “Bincang Redaksi 21 – 280 Tahun Geger Pacinan”. Program ini menjadi bagian peringatan delapan windu kiprah perguruan tinggi ini dalam pencerahan.

Webinar Bincang Redaksi-21 akan ditaja pada Sabtu, 10 Oktober 2020 pukul 10.00 – 12.00 WIB via aplikasi ZOOM ini akan menghadirkan nara sumber; Didi Kwartanda (Sejarawan, Peneliti Jejak Kapitan Sepanjang dalam Geger Pacinan), Lilie Suratminto (Peneliti teks paleografi VOC, dan Dekan Fakultas Sosial Humaniora, Universitas Buddhi Dharma, Tangerang) dan Esthi Susanti Hudiono (Pemerhati Wayang Geger Pacinan, Kepala Biro Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya di Universitas Kristen Satya Wacana).

Tepat pada bulan ini, 280 tahun silam. Suatu huru-hara akbar terjadi di dalam tembok Kota Batavia. Para serdadu VOC melakukan perampokan dan pembersihan warga Cina. Permukiman mereka dibakar. Penghuninya dibunuh dengan keji.

Kerusuhan itu meluas hingga ke Jawa. Para pelarian bergerak ke timur sembari menghimpun kekuatan dengan komunitas Cina di kota-kota sepanjang pesisir utara—dari Karawang sampai Pasuruan. Kapitan Sepanjang menjadi sosok misterius yang menggerakkan perlawanan.

Inilah suatu masa yang kelak diakhiri perang dahsyat dan berakibat tumbangnya takhta Mataram di Jawa. Perang dahsyat itu mengabadikan teladan kebersamaan, ketika laskar Jawa dan laskar Cina berpadu melawan VOC. Namun, peristiwa Geger Pacinan juga telah memunculkan narasi dan kebijakan pemerintah kolonial untuk memisahkan kedua etnis ini.

Para nara sumber ini akan mengungkap bagaimana narasi sejarah bertutur tentang kecamuk Geger Pacinan? Siapakah sejatinya Kapitan Sepanjang? Mengapa narasi sejarahnya tidak pernah sampai di sekolah-sekolah kita?.

Ingin ikut bergabung dalam acara “Bincang Redaksi-21- 280 Tahun Geger Pacinan” ini. Silakan mendaftar via pranala bit.ly/bincangredaksi-21 untuk bersama melacak jejak sejarah yang hilang. Panitia selain menerbitkan sertifikat elektronik bagi peserta diskusi juga menyediakan ganjaran tiga paket langganan majalah National Geographic Indonesia selama setahun bagi 3 penanya terbaik.

Sedangkan pada Sabtu Wage, 10 Oktober 2020 (Peh Gwee Ji Cap Si), mulai Pukul : 17.30 WIB – 21.30 WIB akan dipentaskan untuk pertama kalinya “Wayang Geger Pecinan” dengah dalang Jose Amadeus Krisna (Mahasiswa UKSW dan Pecipta Wayang Geger Pecinan) yang akan disiarkan langsung (live Streaming) di Channel Youtube Lumpia TV. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here