Nurkholik: Puncak Pengunjung Wisata Hutan Mangrover Sari Diperkirakan 31/12/20 – 02/01/21

Brebes SumateraPost.co – Pengunjung Hutan Dewi Mangrove Sari di Brebes selama libur Natal.25 Desember 2020 dan tahun baru 2021 mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Obyek Wisata Hutan Dewi Mangrove Sari di Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi pilihan favorit warga.Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, ratusan warga masih mengunjungi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Brebes tersebut.

Ratusan pengunjung tidak bergerombol dan berdesak-desakan, karena hutan mangrove tersebut berada di tengah laut dan areanya luas, sehingga para pengunjung terpencar.”Memang ada ratusan pengunjungnya tapi kan mereka tidak bergerombol berdesak-desakan, mereka datangnya juga tidak serentak dan waktu berkunjungnya dari pagi hingga sore.

Baca Juga :  Sertu Rohmad Laksanakan Pengamanan Sambil Terapkan PPKM di GKJ Coyodun Jayengan

Seperti kita ketahui sejak virus korona mewabah mulai Maret lalu, memang Obyek Wisata Hutan Dewi Mangrove Sari sempat ditutup sama sekali sampai Agustus 2020.kemudian dibuka tapi pengunjungnya sangat dibatasi sampai Oktober. Pihak pengelola mangrover sari lebih memperketat protokol kesehatan (Protkes).Tak hanya itu, tempat-tempat cuci tangan lengkap dengan sabun atau handstiner juga tersebar di banyak titik baik di luar maupun di dalam area obyek wisata.

SumateraPost.co berkunjung ke obyek wisata Mangrover Sari dan ditemui oleh Marketing Nurkolik. Dalam wawancara singkat Nurkolik menginformasikan bahwa pengunjung untuk 6 hari ini atau Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 cuaca yang cerah hari Sabtu tanggal 27 Desember 2020 bahwa pengunjung hari ini lumayan banyak sudah sampai jam 12
.00 wib siang ini ada 250 orang pengunjung. yang biasanya pasang surut yang terkadang tahun-tahun sebelumnya masih juga banyak pengunjung gantian tetapi tetap di Mangrover Sari mengutamakan protokol kesehatan tentunya tetap menerapkan 3M yaitu mencuci tangan dengan sabun,memakai masker dan menjaga jarak.Tentu kapasitas darl yang ada kami kurangi separuhnya dan dari sisi trackingnya juga yang biasanya menampung. 2.000 pengunjung sekarang tentu 1000 sudah akan kami tutup.

Baca Juga :  GTPP Kecamatan Jatisrono Keliling Kampung Sosialisasikan Protkes Dan PPKM

Saat ditanya apa yang paling banyak diminati para pengunjung didalam obyek wisata mangrover sari nurkolik menambahkan yang sering dikunjungi dari pengunjung didalam yaitu dari hutannya yang sangat lebat dan eksotis yang mungkin menurut para pengunjung juga yang terbaru Banyak seperti perbaikan di dalam tracking mangrove yang menjadikan pariwisata ini tetap aman dan terkendali dengan menerapkan protokoler kesehatan.Kami selaku pengelola mangrover Sari mempunyai harapan kepada pemerintah agar memperketat dari prosedur kesehatan tetapi juga membuka luas peluang usaha-usaha yang ada.

Baca Juga :  Langgar Aturan PPKM, Hajatan Warga Dibubarkan

Diakhir wawancara nurkolik.menambahkan lagi bahwa puncak pengunjung di obyek wisata mangrover sari di perkirakan yang satu di hari h-nya atau hari pas jatuh tanggal 31 nya sampai dengan tanggal 2 Januari.2021. Dan biasanya diperkirakan naiknya hampir sampai 100%.(sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here