Nurwahid: Tasawuf Dapat Tangkal Radikalisme

0

Sumaterapost, Bogor – Diskusi kebangsaan dengan tema “Menangkal Radikalisme dan Khilafah” dibuka Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim Yayasan Ana Muslim Sunni Syafi’i (YAMSYI) Kota Bogor Sabtu (24/8)

Pembicara Ahmad Nurwahid, anggota Densus 88 Mabes Polri mengatakan, pendekatan tasawuf merupakan salah satu solusi dalam program pencegahan radikalisasi di Indonesia. Tasawuf akan membentengi umat dari propaganda kaum radikal.

“Salah satu senjata untuk melawan radikalisme bagi masyarakat pemeluk agama Islam adalah dengan menggiatkan kegiatan keagamaan seperti mauludan, tahlilan, salawatan, manawiban, dan kegiatan lain yang kuat kultur dan agamanya,” tutur Ahmad Nurwahid.

Sedangkan Pengamat Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta menuturkan, radikalisasi terjadi sangat masif di Indonesia, bahkan sudah terjadi pada orang yang tingkat ekonomi dan pendidikan tinggi.

Radikalisasi, tuturnya, dilakukan mulai pendidikan pra-sekolah hingga perguruan tinggi. Paling banyak menjadi sasaran adalah generasi muda. Tujuan dari kelompok-kelompok dengan paham radikal tersebut adalah untuk mewujudkan khilafah.

“Sudah banyak bukti bahwa radikalisasi sangat masif di Indonesia, terjadi dengan sangat cepat karena dipengaruhi oleh kemajuan teknologi internet. Beberapa pelaku teror lone wolf terpapar paham radikal karena membaca konten-konten di internet,” tutur Stanislaus.

Ketua Umum Yayasan Ana Muslim Sunni Syafi’i (YAMSYI) Turmudi Hudri memetik kesimpulan, peranan Tokoh Muda sangat penting dalam mencegah radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Kita memiliki sikap jelas untuk mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 1945. Membenteng Kota Bogor dari ancaman kelompok radikal yang ingin mewujudkan ideologi khilafah,” katanya.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here