Oknum Kakam Bulusari Dijemput Paksa Polda Lampung

Sumaterapost – Setelah melalui proses panjang penyidikan kasus pembukaan usaha galian pasir ilegal disekitar wilayah Kelurahan Bandar Jaya Timur, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, dengan tersangka Rebo (48 th) juga berprofesi sebagai Kepala Kampung Bulusari, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, akhirnya ditangkap.

Oknum yang terkesan kebal hukum ini dijemput paksa Tim Crimesus sub III Polda Lampung Senin Sore (30/10) kemarin dirumahnya.

Tersangka diduga telah membuka usaha penggalian pasir ilegal, atau tanpa meiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari pemerintah, lokasi usaha yang berbatasan dengan Kampung Indra Putra Subing, Terbanggi Besar tersebut telah lama dibuka, namun terhitung sejak bulan sekitar bulan April 2017 yang lalu usaha ilegal ini terendus polisi,

“Sekitar bulan April yg lalu, dipangkalan pasir milik tersangka didatangi polisi terakhir diketahui dari Polda Lampung, diperkirakan sejak saat itu perkaranya disidik pihak Kepolisian” tegas Nurali warga sekitar lokasi galian pasir itu.

Setelah tersangka dan para saksi dimintai keterangan dan pemeriksaan, maka perkaranya dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, karena sudah dianggap telah cukup bukti, maka berkas dan tersangkanya segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung, sekitar awal bulan oktober 2017 yang lalu tersangka dilakukan pemanggilan pertama secara tertulis dari penyidik tapi oknum tidak datang, maka penyidik mendatangi kediamannya namun pada saat itu penyidik terkesan dihalangi oleh Camat Bumi Ratu Nuban, dengan alasan harus seizin Bupati Lampung Tengah, karena oknum sampai saat ini masih aktif selaku Kakam Bulusari, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, ” Akhirnya penyidik kembali menerbitkan surat panggilan dengan ditembuskan ke Camat Bumi Ratu Nuban dan Bupati Lampung Tengah, namun tidak juga menghadap” papar Nurali dan Miskun warga sekitar lokasi tambang pasir ilegal itu.

Lebih lanjut berdasarkan penelusuran wartawan Media ini, bahwa oknum Rebo setiap ada tersandung masalah hukum, selalu saja lolos, bahkan walaupun sudah jelas ditetapkan pihak penyidik sebagai tersangka, oknum selalu saja berusaha menyangkalnya, “Sekitar tanggal 21/10 yang lalu, lagi – lagi penyidik melakukan penjemputan paksa dengan mendatanginya dirumahnya dikampung Sri Agung, Gunung Sugih, tapi yg bersangkutan menghindar atau melarikan diri,” ujar Ibrahim warga kampung tempat lokasi pangkalan pasir ilegal itu.

Ditempat yang berbeda, Parwito Harun warga masyarakat yang rumahnya setiap saat dilalui kendaraan yang bermuatan pasir dari penambangan secara ilegal itu mengharapkan, agar oknum tersangka dapat diproses hingga tuntas dimeja hijau, karena oknum ini terkesan kebal Hukum, andaikan oknum terbukti maka dia mesti menerima hukumannya, “diharapkan pada pihak penegak hukum agar kasus ini betul betul dapat diproses, dan jangan terkesan dipermainkan demi untuk meraup keuntungan individu” pungkas Parwito (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here