Oknum Kontraktor Aceh Timur Kembali Serang Wartawan Secara Bar Bar

Sumaterapos, Aceh Timur – Oknum kontraktor rumah dhuafa di wilayah Kabupaten Aceh Timur berinisial Iwan alias WM (45) kembali menyerang seorang wartawan secara bar-bar yakni Azhar (47) cacian dan makian di depan umum berujung ke aksi adu jotos, kejadian itu tepatnya dihalaman sebuah Caffe Desa Tanjong Minje Kecamatan Madat, Perbatasan Aceh Timur – Aceh Utara, Selasa (29/09/2020) sekira pukul 15.20 WIB siang.

Akibat aksi premanisme oknum kontraktor itu yang mengajak duel wartawan akhirnya sempat menjadi tontonan warga dan sejumlah pengunjung Caffe diwilayah itu. Namun demikian beberapa tokoh masyarakat seperti ketua LSM Acheh Futur Razali Yusuf (Cekli), Istanjong (wartawan) Azhar Gram (Wartawan) dan Muslim Ali tokoh masyarakat serta beberapa pengunjung Caffe itu berupaya melerai.

Serangan bertubi-tubi dengan kalimat tak terpuji bahkan dilakukan secara bar bar dilakukan oleh oknum kontraktor tersebut kepada Azhary disaksikan sejumlah pengunjung Caaffe akhirnya perkelahian pun terjadi antara kedua pihak.

“Begitu saya tiba di Caffe, saya belum sempat memarkir sepeda motor. Tiba tiba saya diserang dengan berbagai cacian dan makian. Entah apa sebabnya. Namun saya sempat mendengar kalimat bernada pelecehan, ujar Azhary. sapaan akrab Rais Azhary.

“Saya memang sengaja menunggu kamu sudah dua hari, berani sekali kau naikkan berita tentang aku sebagai kontraktor rumah duafa, kau perampok, ayo kita duel sekarang,” ucap Azhary mengulang kalimat yang dilontarkan Iwan kontraktor terhadap dirinya.

Menurut Azhary, kejadian itu berat kaitannya dengan pemberitaan yang ditulis oleh dirinya dan dilansir media ini beberapa waktu lalu. Baca :

Oknum Kontraktor Rumah Duafa Diduga Lecehkan Wartawan

“Diri saya di caci maki secara bar-bar didepan umum, saya sudah cukup sabar hingga kawan kawan menyuruh saya untuk pindah saya ketempat lainnya, namun dia masih juga mengejar saya hingga tak sempat saya starter sepeda motor. Kejadian ini erat kaitan dengan berita yang saya tulis hingga membuat dia (oknum kontraktor) berang dan kembali menyerang saya. Padahal sudah saya jelaskan, di antara kami sebelumnya tidak pernah ada permasalahan.

Mungkin karena ada wartawan lain yang datang ke lokasi yang dia kerjakan diwilayah kecamatan Madat dan melaporkan pekerjaan yang dia kerjakan ke dinas terkait. Hingga membuatnya marah dan Dia menuduh saya yang membawa rekan rekan media kelokasi proyek dia kerjakan,’ ujar Azhary.

“Saat kejadian itu ada dua rekan wartawan lainya dilokasi yaitu Istanjong dan Azhar Gram dan Ketua LSM Acheh Future Razali Yusuf juga ada beberapa pengunjung Caffe yang sempat melerai. Tapi aksi kontraktor itu semakin menjadi jadi malah semakin beringas.
Saat saya mau tempat lain. Kontraktor itu sempat mengarahkan bogem mentah beberapa kali kewajah saya, namun dengan reflek sempat saya elak hingga tidak mengenai sasaran.

Kejadian itu sempat terjadi salah faham antara seorang pemuda kampung setempat. “Akibat suara keras oknum kontraktor itu, pemuda setempat hampir salah paham hingga hendak memukul dia, pemuda itu menduga oknum tersebut hendak memukul tukang parkir dengan nama panggilan Bg Am, padahal bg Am pemuda setempat cuma bermaksud melerai perkelahian kami,” ungkap Azhary seraya berharap kepada seluruh wartawan Indonesia untuk selalu berhati hati dalam menjalankan tugasnya sebagai jurnalistik. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here