Ombudsman : Siswa Belajar di Rumah, Guru Mestinya Menyesuaikan

0

Sumatera Barat, SP.co – Ombudsman menerima keluhan dari para guru Disdik maupun Kemenag, keluhan mereka, masih bekerja seperti biasa, wajib absen, pagi dan sore, padahal siswa telah diliburkan atau belajar di rumah dan anehnya lagi, kendati tetap ke sekolah, namun di sekolah tidak ada pekerjaan atau tugas dan kesekolah hanya untuk absen pagi dan sore, hal ini disampaikan oleh Adel Wahidi melalui via Whats App pribadinya Sabtu 21 Maret 2020

Adel menambahkan, kita berharap kepada pemerintah dan pemerintah Daerah agar dapat mengambil kebijakan untuk para guru dan tenaga pendidik ini agar hari dan jam kerjanya dikurangi atau diberlakukan sistem bekerja di rumah, Work From Home (WFH), Kepala Daerah atau Kepala Dinas mesti mengatur ini, mana yang bekerja di rumah dan mana pegawai yang bekerja di sekolah, pungkasnya

Untuk tenaga pendidik yang sudah berumur 50 tahun ke atas butuh perhatian dan kebijakan khusus, bila perlu silahkan, pejabat struktural sekolah seperti Kepala sekolah atau Wakil dan Kepala Tata Usaha tetap bekerja di sekolah. Selebihnya, di rumahkan saja, tututnya.

Baca Juga :  Gubernur Dorong Percepatan Itera 20 Menjadi 10 Tahun

Ombudsman Sumbar sudah menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Kepala Kantor Wilayah Kementriam Agama Sumbar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang guna membahas hal tersebut dan kebijakan ini perlu diambil, dalam rangka implementasi kebijakan sosial distancing untuk mencegah penularan Covid-19 yang sangat meresahkan banyak pihak ini.

Di jajaran pendidikan, praktek demikian, sangat mudah dan relevan diterapkan. Apalagi, siswa juga sudah belajar di rumah dengan sistem Daring.

Surat Edaran (SE) Nomor 19 Tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah dapat dijadikan pedoman dan acuan, pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Mon Hendri Ketua PPWI Cabang Tanah Datar kepada Awak media ini Sabtu malam 21 Maret 2020, Kita berharap kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah agar dapat segera menerapkan hal tersebut dan meniadakan absen menggunakan fingerprint guna mengantisipasi penularan virus covid-19.

Salahsatu warga masyarakat dan juga seorang Kepala Madrasah yang tidak ingin disebutkan namanya ini ketika dikonfirmasi awak media ini Sabtu 21Maret 2020 mengatakan, Siswa sudah diliburkan namun guru tetap masuk kerja seperti biasa dan pulang dari sekolah juga pada jam biasanya, kita berharap kepada kakant kemenag agar segera bisa mengambil kebijakan khusus terkait hal ini, harapnya.

Baca Juga :  14th Anniversary CB Club digelar di Lamtim

Laporan : piss/ rafi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here