Ops Gaktib Yustisi 2021, Fokus Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Jatim

SumateraPost, Surabaya – Dangartap III/Surabaya, Mayjen TNI Suharyanto menegaskan terdapat beberapa sasaran pada pelaksanaan penegakkan disiplin dan tata tertib tahun ini.

Pada upacara pembukaan Ops Gaktib yang digelar di Lapangan Jenderal
Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya Kamis, 25 Februari 2021 pagi, ia menegaskan jika Polisi Militer berkomitmen untuk mendukung adanya penegakkan dan ketaatan hukum, terlebih upaya pendisiplinan protokol kesehatan, sekaligus menjaga Persatuan dan Kesatuan.

“Program prioritas yang menjadi fokus Pemerintah tersebut, hanya dapat
dicapai melalui partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat untuk
disiplin menegakkan protokol kesehatan,” kata Suharyanto dalam amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakannya.

Baca Juga :  Ini Arahan Pangdam Hasanuddin Pada Personil Rindam Agar Bijak Dalam Bermedsos

Jenderal bintang dua yang juga menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya itu
mengungkapkan, operasi penegakkan ketertiban dan yustisi itu, ditujukan
untuk meningkatkan profesionalisme Polisi Militer TNI, sekaligus subjek
hukum melalui pendekatan persuasive edukatif.

“Hal ini dikarenakan esensi dari pelaksanaan operasi adalah untuk
memperkuat upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hukum bagi
prajurit dan PNS TNI,” jelasnya.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Hadiri Musrenbang Provinsi Lampung Tahun 2021

Di tengah pandemi, kata dia, partisipasi aktif prajurit dan PNS TNI
dalam upaya penegakkan protokol kesehatan dinilai sangat penting.
Pasalnya, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, prajurit dan PNS TNI
diharapkan bisa menjadi role model, atau teladan bagi masyarakat umum.

“Dengan demikian, operasi Gaktib dan yustisi yang diselenggarakan tahun
ini, akan dapat memperkuat kepatuhan dan ketaatan prajurit dan PNS TNI dalam melaksanakan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kapolri Launching Aplikasi Propam Presisi, Bentuk Implementasi Pengaduan Masyarakat

Tak tanggung-tanggung, selama berlangsungnya upaya itu, Suharyanto
memberikan penekanan terhadap personel Polisi Militer dan aparat terkait
lainnya, termasuk diantaranya penguasaan tugas dan tanggung jawab.

“Sebab, petugas yang profesional adalah petugas yang tegas, tidak ragu-ragu. Namun tidak bersikap arogan. Dengan masyarakat yang semakin kompleks, tentunya dibutuhkan inovasi dan adaptasi dalam menghadapi tantangan,” pinta Dangartap. (Pendam V/Brawijaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here