P2SBP Tuding Satgas Covid – 19 Pringsewu Tebang Pilih

SUMATERA POST – PRINGSEWU – Tangisan Penggiat Seni melalui Paguyuban Penggiat Seni Budaya Pringsewu (P2SBP) tuding Satgas Covid 19 Pringsewu tebang pilih dalam penegakan Protokol Kesehatan, hal ini terungkap pada
Pertemuan Silahturahmi Paguyuban Penggiat Seni Budaya Pringsewu di Sekretariat P2SBP Sukoharjo. Kamis (3/6).

Ridwan Ketua P2SBP dalam pertemuan silahturahmi di sekertariat mengatakan dengan tegas “Kami berharap atas nama Paguyuban penggiat seni budaya dalam penegakan hukum harus adil, jangan tebang pilih” tegas Ridwan

Menurutnya, bicara peraturan tentang pencegahan covid 19 adalah kerumunan yang berkerumun itu resepsinya.

“Kalau sarana hiburan hanya sekedar menghibur tamu undangan tidak lebih sebagai pertunjukan yang mengundang masa, karena ini sifatnya bukan konser,” jelasnya.

Baca Juga :  Meubeler Dari Anggaran Dana BOS Afirmasi Tanggamus 2020 Dari Kayu Racuk

Kata Ridwan, kalau ditegakan aturan satgas lebih berperan aktif ketika ada masyarakat menggelar hajatan , langsung saja datangi tidak boleh menggelar resepsi.

“Saya yakin, masyarakat akan takut dan satgas ini harus tegas. Kalau pun mau ditegakan. Ibarat pohon tebang pohonya atau cabut akarnya sehingga pohon itu tidak berbuah,”tandasnya.

Juga katanya, yang akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi penggiat seni budaya Pringsewu ketika mengais Rizki di undang oleh Sohibul hajat yang dibubarkan cukup hanya hiburanya saja.

“Bukan resepsinya yang dibubarkan tapi hiburanya yang dibubarkan,” keluhnya.

Ridwanpun berharap, kalau pun mau dilockdown total ketika masyarakat mau gelar hajat H- 7 hari datangi saja dan buat pernyataan Sohibul hajatnya untuk tidak menggelar resepsi/ hajatan, jadi tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi penggiat seni.

Baca Juga :  Ketua PMI Kabupaten Pringsewu Jadi Pembina Apel Hari Darah se Dunia

salah satu anggota P2SBP Andi Lpro menyatakan Sementara ini saya belum pernah mendengar ada klaster baru dihajatan. Kalau pun ada seharusnya hajatan nya yang di tutup itu juga harus merujuk ke perintah Presiden tentang peraturan PPKM skala mikro bukan pekerja seni nya yang dilarang untuk berekonomi.

Ketika ada juknis yang diberikan pemerintah tentang hiburan dihajatan kami siap melaksanakan nya dan kami juga berharap ada sanksi tegas yang jelas bila ada pelanggaran tentang juknis itu sehingga ada efek jera bagi pelaku seni ketika melanggar itu. Dan kami juga berharap kita sama sama bersinergi dengan satuan gugus tugas covid19 untuk mengawal itu semua, agar perekonomian daerah kita tidak terkesan hanya mendukung ke salah satu sektor.inti nya tebang pilih dalam pelaku kegiatan ekonomi. Karena ini hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. kalau masalah nya tentang pelanggaran prokes covid19 mohon pihak terkait agar membuatkan aturan yang jelas , jika kegiatan tersebut berpotensi rawan covid 19.

Baca Juga :  KONI Pringsewu Diundang Dispora Presentasi PORKON

Lebih lanjut Andi Lpro menyampaikan Pekerja seni /pemain orgen,sangat kebingungan dikala mereka dilarang beraktifitas, sementara hajatan boleh, sound sytem boleh, penyanyi boleh…tapi kenapa pemain atau pekerja seni nya tidak di perbolehkan , maka mohon lah kepada pihak- pihak penentu kebijakan agar membuat peraturan yang jelas dan tidak membingungkan , pastinya kami akan taati peraturan peraturan tersebut. Ungkap Andi Lpro (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here