PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Ibun Gelar Kegiatan Bagi Takjil Untuk Berbuka Puasa

BANDUNG SumateraPost.co – Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Ibun menggelar kegiatan sosial membagi – bagikan takjil kepada pengguna jalan untuk berbuka puasa. Selain itu memberikan imbauan kepada pengguna jalan untuk mentaati protokol lesehan PPKM Mikro.

Sejumlah anggota Pemuda Pancasila turun kelapangan yang dipandu langsung olek Ketua PAC PP Kecamatan Ibun Risman Daryusman dan didampingi sekjen Atep. Serta sejumlah Ketua Ranting se Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung Sabtu (1/5/2021).

Ketua PAC PP Risman Daryusman menuturkan, kegiatan ini sebagai wujud sosial dan rutin setiap bulan Ramadhan. Selain itu sebagai rasa kebersamaan menjalin ukhuwah Islamiyyah, dalam menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga :  Polsek Cariu Gelar Operasi Yustisi dan PPKM, Hasilnya Warga Tak Sepenuhnya Disiplin

“Ini kita gelar sebagai kegiatan rutin Pemuda Pancasila Kecamatan Ibun setiap bulan suci Ramadhan” ucapnya.

Menurut Risman takjil bagi sebagian masyarakat umum diartikan sebagai hidangan pembuka puasa, namun ternyata itu salah kaprah yang selalu terjadi setiap bulan Ramadhan tiba. Diambil dari Artikel Pusat Buku Sunnah menjelaskan takjil artinya ternyata bukan hidangan buka puasa. Bagaimana penjelasannya tentang kosa kata takjil berikut.

Baca Juga :  Antisipasi Pemudik Diperbatasan, Polisi Tempatkan Pospam Penyekatan Rindu Alam

Terkadang kita mendengar kalimat kalimat di atas dalam bentuk pengumuman, imbauan, atau berita terkait dengan takjil. Dikutip dari laman Nasihatsahabat disebutkan jika melihat konteks kalimat di atas, takjil adalah makanan untuk berbuka puasa.

Karena semua media pemberitaan selalu menyebut makanan untuk berbuka adalah Takjil, maka seolah-olah kita semua sepakat menyebut, bahwa Takjil adalah hidangan atau panganan untuk berbuka puasa.

“Memang sebagian dari kita masih mengartikan takjil sebagai makanan atau hidangan untuk berbuka puasa, padahal itu salah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata takjil (ta’jil) berarti memercepat (dalam berbuka puasa). Hal ini sesuai dengan akar katanya dalam bahasa Arab, yakni ‘ajila atau menyegerakan”

Baca Juga :  PPKM Skala Mikro, Ade Yasin Sholat Idul Fitri di Mushola Rumah Dinas

Semoga dengan kegiatan ini bermanfaat meskipun takjil yang dibagikan tidak seberapa banyak. “Kita mengambil sebuah hikmah bulan suci Ramadhan kali ini” pungkasnya.

Usai membagi bagikan takjil menggelar kerja bhakti membersihkan sampah yang menyumbat air pada solokan dengan karung. Hal ini sudah lama dibiarkan baik pihak Kecamatan maupun pihak Kepala Desa Ibun.(Atep).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here