Para Pedagang Dilapangan Sribawono Meradang Ada Pungutan Tak Wajar

0

Sumaterapost.co, Lampung timur – Para pedagang dilapangan Sribawono, Kecamatan Bandar Sribawono kabupaten Lampung timur (Lamtim) mengeluhkan tarikan ratusan ribu hingga Jutaan rupiah disetiap tenda penjualan makanan dan minuman jus serta kopi dipinggiran Lapangan desa setempat, Selasa (20/08/2019).

Para pedagang mengaku penarikan tersebut sangat memberatkan dan mereka menilai hal tersebut tidak wajar.

“Kami berjualan dilokasi pinggiran lapangan Sribawono harus setor sebesar 330 ribu rupiah perplong dengan ukuran lahan 3 meter persegi,harga sewa lahan itu berlaku bagi warga Kecamatan Bandar sribawono, jika pedagang berasal dari  luar Kecamatan tersebut dipatok dengan harga yang tidak wajar,kami bingung mas,kami terpaksa membayarnya karena kami ingin usaha”ungkap sumber

Pedagang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,”dia mintanya 330 ribu, mau di cicil gak boleh harus hari ini setor, uangnya pun tidak tahu untuk apa, alesannya si mau di setor ke panitia, panitianya siapa saya ingin ngomong, karena kalau tidak bayar hari ini lapak saya mau dijual lagi, sedangkan saya disini sudah setahun, sebelumnya biasanya hanya bayar lampu setiap bulan 110 ribu, tapi setiap malamnya bayar uang kebersihan 8 ribu, yang narikin semua itu namanya Trilek,”tambahnya

Dugaan Pungutan yang memberatkan para pedagang itu semenjak dipimpin oleh kepala desa Sribawono, bahkan setiap ada acara desa para pedagang dimintai sejumlah dana.

,”pungutan ini semenjak di pegang pak wisnu (Kades, red), kalau yang dulu enak, tapi kalau sekarang setiap ada acara kita dimintai dana,”ujarnya

Untuk membenarkan informasi dari pedagang, Wartawan media ini melakukan penelusuran terhadap warga yang telah memintai uang para pedagang itu.

Sementara itu, warga yang disebut melakukan penarikan tersebut membenarkan adanya tarikan bagi para pedagang, sedangkan bagi warga yang diluar Kecamatan Bandar Sribawono untuk ukuran 3 x 3 Meter harus bayar 850 untuk satu paket lahan.

“Kalau paketan, seperti lokasi, lampu dan sampah sebesar 850, tapi kalau lokasi aja 560 ribu, tapi lampu bayar 10 ribu pertitik dan sampah 8 ribu bayar setiap malam, itu untuk warga yang diluar Kecamatan Bandar Sribawono,”kata kordinator lokasi Trilek

Bukan hanya itu menurut informasi para pedagang bagi warung nasi warteg dipatok sampai jutaan rupiah,namun Untu tenda warna putih dengan desain modern harus membayar empat juta rupiah per tenda…dan hal tersebut pun dibenarkan oleh Trilek selaku penarik dana tersebut .

Diketahui dilapangan sribawono menggelar pasar malam dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) desa Sribawono,namun Sang kades dihubungi melalui via telpon tidak aktif.(tim/sms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here