Pasangan Efrio Iin Raih Podium Pertama Dikejuaraan Bulutangkis Syawal Ceria

Sumaterapost.co | Pesibar – Efrio dan Iin, pasangan ganda pada kejuaraan bulutangkis Syawal Ceria, berhasil meraih podium pertama setelah di final mengkandaskan perlawanan Melan dan Susiawan melalui ruber game 21-16, 22-24, 23-21.

Dengan meraih podium pertama pasangan Efrio Iin berhak mendapatkan tropy. Sebelum maju di partai final pasangan dadakan itu sukses menghempaskan pasangan Ade Arief di semifinal.

Sementara, Melan dan Susiawan maju ke final setelah keduanya mengungguli pasangan Indra dan Reza. Sebelum menyerahkan tropy kepada sang juara, finalis dan semifinalis, ketua panitia sekaligus ketua Komite Olah Raga Gunung Kemala (KOGA), Subhan Siddik menyampaikan terimakasih dan permintaan maafnya, atas kekurangan maupun kesalahan seluruh panitia penyelenggara turnamen bulutangkis Syawal Ceria.

“Sebagai manusia biasa tentunya dalam penyelenggaraan pertandingan bulutangkis Syawal Ceria ini, kami merasa banyak kekurangan dan kekhilafan. Oleh karenanya mewakili seluruh panitia yang bertugas sekali lagi kami mohon untuk dimaafkan, kepada panitia saya ucapkan ribuan terimakasih atas suksesnya turnamen ini,” ujar Subhan.

Selain untuk mencari bibit potensial, turnamen ini juga untuk memperat tali silaturrahmi dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan melalui bulutangkis.

“Kepada para juara pertahankan prestasinya, dan yang belum sempat meraih podium jangan berkecil hati. Mari kita berlatih dan terus berlatih agar bisa menjadi juara,” ucapnya.

Ia berjanji dalam waktu yang tak lama lagi pihaknya akan kembali menggelar turnamen bulutangkis dengan mengundang para pemain handal yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.

Diketahui turnamen bulutangkis Syawal Ceria berlangsung selama satu pekan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) Pekon Gunung Kemala dengan diikuti lebih kurang 30 pasangan.

Mereka berasal dari lima Pekon (Desa), yakni Pekon Gunung Kemala, Labuhan Mandi, Gunung Kemala Timur, Sukabaru dan Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

(Agustiawan)