Pasca Penemuan Kayu Kapal Tempo Duloe, Disdikbud Atim Turunkan Tim Arkeologi dari Sumut

Sumatera Post.co, Aceh Timur – Siang tadi Selasa, (04 Agustus 2020) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bidang Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur bersama Tim Arkeologi dari Balai Sumatera Utara melakukan peninjauan ke lokasi di temukannya bebera kayu kapal yang di perkirakan adalah benda peninggalan zaman yang berlokasi di Gampong (Desa) Beusa Beuranoe Kecamatan Peureulak Aceh Timur beberapa waktu lalu oleh warga saat menggali sumur.

Setelah itu, temuan tersebut dilaporkan pihak aparatur Desa, melalui Keuchik Gampong Ismail Ishak dan meneruskanya ke pihak muspika Kecamatan Peureulak, langsung barang – barang temuan di amankan, dan melanjutkan laporan ke pihak Disdikbud Aceh Timur bidang Kebudayaan kasi Cagar Budaya, seterusnya pihak Disdikbud Aceh Timur menyurati Pihak Balai Arkeologi Sumatera Utara di bawah Kementerian Pendidikan RI, dan pada hari ini Tim Arkeologi turun ke lokolasi melakukan peninjauan.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Timur, Dra.Zuhrawati di dampingi Kasi Cagar Budaya, Suriadi, SE, Atas nama Kadisdikbud Aceh Timur, mengucapkan terimaksih atas responnya Tim Arkeologi Sumatera Utara yang telah bersedia melakukan peninjauan atas permohonan pihak kami Disdikbud Aceh Timur, dengan nomor surat : 430 / 1657 / 2020 , Tanggal 29 Juni 2020 Tentang Permohonan penelitian Penemuan Kayu Kapal di Kecamatan Peureulak, kepada Balai Arkiologi Sumatera Utara, untuk dapat seterusnya melakukan penelitian terhadap benda kayu kapal yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman yang ditemukan warga saat menggali sumur “, Kata Zuhra.

Bukan hanya kayu kapal saja, dari hasil temuan masyarakat tersebut juga terdapat beberapa pecahan piring dan bahan material lain berupa batangan besi yang belum tau pasti seberapa lama benda tersebut tertanam didalam tanah, oleh karenanya untuk dapat mengetahui dan sekaligus dapat membuka tabir atas benda tersebut, maka pihak kami Disdikbud Aceh Timur dan maayarakat luas berharap kepada Tim Arkeologi yang hadir hari ini dalam pengamatan dan penelitianya bisa menjelaskan asal usul barang temuan tersebut “, Katannya.

Camat Peureulak, Nasri. SE, MSM, bersama Kapolsek Peureulak  AKP. Pidinal Limbong di Lokasi Penemuan barang Kayu Kapal zaman, sekaligus mendampingi Tim  Arkeologi dan Pihak Disdikbud Aceh Timur, mengatakan, Di Kecamatan Peureulak masih banyak barang – barang peninggalan masa dahulu, karena Peureulak memiliki histeri sejarah panjang masa lalu, masa kejayaan kerajaan Peureulak, seterusnya masa – masa saat Peureulak menjadi pusat perdagangan, bisnis para pedangan persia dan negara lain dikarenakan hasil bumi dan rempah – rempah, sehingga tidak tertutup kemungkinan benda peninggalan masa lalu seperti bahtera atau kapal kapal dahulu terpendam oleh perubahan masa “, Kata Nasri.

Kami sangat berkomitmen dan selalu siap mendukung pihak – pihak terkait, khususnya para Tim Ahli purba kala dapat terus bekerja memberikan hasil dari penetianya agar di Kecamatan Peureulak, umumnya Aceh Timur, bahwa histeri sejarah panjang masa lalu benar benar menjadi sebuah rujukan beradaban Aceh di masa silam untuk generasi mendatang,  muspika Kecamatan Peureulak sangat mendukung hal itu “, Harap Nasri.

Observasi awal melakukan identifikasi bagian penemuan pada galian sumur penemuan dasar awal dari bagian material kapal sedimentasi endapan tanah yang di perkirakan ratusan tahun silam membuat kapal terkubur hingga ditemukan kembali, arah kapal di lihat dari letak geografis arah timur barat daya sekitar 50 meter dari sungai Peureulak saat ini “, Kata Stanov Purnawibowo, MA, Kordinator Tim

Tim labar melakukan pengalian kembali di sumur dan di menemukan benda – benda bagian kapal yang lainnya berupa pipa besi berwarna hijau kondisi masih bagus dan papan lantai kapal Yang di cor dengan bahan pasir campuran kapur. Sebab pada masa itu belum ada semen serta pecahan kramik yg berasal dari cina dan eropa, ini dugaan sementara hasil Observasi

Fragmen Kapal kayu berpacak logam campuran untuk menyambung  antara kayunya yang ditemukan.

Selanjutnya diperkirakan Kondisi lingkungan sedimen rawa komponen kapal kayu, selain fragmen kapal juga terdapat pipa logam campuran jika ingin tahu pasti kandungan logam tersebut harus di XRF di Laboratorium Universitas Indonesia (UI), selain itu di lokasi ditemukan fragmen kramik bentuk wadah kramik tesebut diprediksi piring dan mangkuk asal produksi di eropa abad 17 – 18 M dan cina abad 17 – 18 “, Terangnya.

Setelah giat selesai, Kordinator Tim  Balai Arkeologi Sumatera Utara, Stanov Purnawibowo, MA, sangat terkesan kepada pihak Disdikbud Aceh Timur, Muspika Kecamatan Peureulak, pihak Pemerintah Desa di lokasi peninjauan, dan tokoh sejarah serta masyarakat yang turut mendukung dan menerima kami dengan baik, ini adalah tugas kita semua, bahwa petapa pentingya sejarah, dengan ditemukanya benda – benda zaman dahulu, sudah menjadi terang bahwa sejarah itu ada, dan selanjutnya kita dapat menjaga kelestariannya untuk pemahaman bagi generasi mendatang “, Kata Stanov Purnawibowo.

Kami hadir ke sini, terdiri dari Empat personil dari Balai Arkeologi Sumut di bawah Kementerian P dan K Republik Indonesia yakni, Stanov Purnawibowo, MA, Andri Restiyadi, MA, Taufiqurahman Setiawan, MA, dan Mochammad Fauzi Henrawan, S.Ark, dan kedatangan kami secara memenuhi standar Kesehatan, dilengkapi surat hasil rapit tes Imunologi hasil pemeriksaan laboratorium ( Lab Klinik) Covid – 19, ” Terangnya.

Dan kepada pihak terkait, masyarakat umumnya, Stanov, atas nama tim meminta waktu, untuk dapat melakukan penelitian laboratorium lanjutan dan bila telah ada hasil secara terbuka akan kami sampaikan, atas benda temuan yang hari ini telah kita ambil sampelnya “, terangnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, di antaranya, pimpinan LSM, Sentral Imformasi Bandar Khalifah, Saiful dan Abdul Hakim, salah seorang pemerhati sejarah peureulak, Dr Usman Abdullah, Dosen Unsam Langsa dan awak media (TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here