PDAM Rubah Nomenklatur, Jadi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan

SumateraPost, Bogor – Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Hasanudin Tahir menegaskan, sejak November 2020 BUMD milik Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bogor berubah nomenklatur menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum.

Perubahan itu disampaikan Dirut Hasanudin Tahir didampingi Kabid Humas Arfur Fakaharurrodji menanggapi pertanyaan wartawan, di ruangan kerjanya, Jumat (29/1/21) siang.

“Jadi 39 tahun masyarakat sudah mengenal PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Kahuripan sebagai pelayanan air bersih di Kabupaten Bogor. Sejak 25 November 2020, kini berubah nomenklatur dari PDAM Tirta Kahuripan berubah menjadi PERUMDA Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Sidang Perdata Penarikan Kendaraan Oleh Debt Colektor Berlangsung Cepat

“Perubahan itu, sesuai amanat Peraturan Pemerintah No.54 tahun 2017 tentang BUMD, ” kata Hasanudin Taher.

Dijelaskan, Peraturan Pemerintah No 54 tahun 2017 merupakan turunan dari Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dicabutnya Undang-Undang Nomor 5 tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah dan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Ganjil Genap, 7.900 Berpelat Genap Diputar Arah

Setelah melalui proses dan pembahasan yang dilakukan di Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Bogor. Maka pada tanggal 25 November 2020 perubahan bentuk PDAM Tirta Kahuripan menjadi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Dikatakan, berlaku seiring ditetapkan dan diundangkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 5 tahun 2020 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kahuripan.

Perubahan badan hukum, Hasan meyakinkan, ada beberapa hal yang berubah ketika menjadi Perumda Air Minum, diantaranya di dalam hal organ, komite audit, dan Satuan Pengawasan Internal.

Baca Juga :  Dedie Dorong 40 KWT Berprestasi, Komitmen Kuat Hasilkan Pulus

“Dengan menjadi Perumda Air Minum, kami berharap dapat lebih fokus dalam pelayanan kepentingan umum (air minum) disamping meningkatkan keuntungan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), ” tuturnya.

Dia berharap, semoga perubahan bentuk hukum ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan, semakin memaksimal pelayanan kepada masyarakat dan khususnya pada pelanggan. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here